RSUD akan Beroperasi Lima Hari

Mulai Tahun Depan

429
DOK. JAWA POS RADAR SEMARANG Sri Puryono
DOK. JAWA POS RADAR SEMARANG Sri Puryono

“Lima hari kerja ini baru uji coba selama tiga bulan. Hanya untuk poliklinik rawat jalan dan administrasi saja. Kalau pelayanan gawat darurat dan rawat inap, tetap tujuh hari 24 jam,”

Sekda Jateng, Sri Puryono

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Mulai Januari 2018 mendatang, tujuh RSUD di wilayah Jateng akan memperpendek jam operasi. Dari enam hari kerja menjadi lima hari kerja. Perubahan jam kerja itu telah ditetapkan berdasarkan Surat Edaran (SE) Gubernur Jateng yang dikeluarkan 23 November lalu.

Sekda Jateng, Sri Puryono menjelaskan, sistem kerja lima hari itu digadang-gadang mampu meningkatkan efisiensi dan produktifitas pelayanan. Meski begitu, penerapan ini baru bersifat uji coba saja. Rencananya, Maret 2018 bakal dilakukan evaluasi mengenai keefektifan sistem lima hari kerja di lingkup RSUD.

“Lima hari kerja ini baru uji coba selama tiga bulan. Hanya untuk poliklinik rawat jalan dan administrasi saja. Kalau pelayanan gawat darurat dan rawat inap, tetap tujuh hari 24 jam,” ungkapnya, Minggu (24/12).

Meski hari kerja diperpendek, Sekda tidak ingin pelayanan medis mengendur. Dia berharap, kesiapan sumber daya manusia hingga sarana prasarana justru dioptimalkan. Selain itu, pihak rumah sakit juga diminta mengkaji potensi kendala yang muncul.

“Saat sosialisasi, kami sudah punya cacatan penting, baik dari pekerja medis, atau non medis dan dari masyarakat. Karena itu, kami optimistis ini bisa berjalan dengan baik,” harapnya.

Kasubag Tata Usaha, Hukum, dan Humas RSUD Tugurejo Semarang, Mei Kristianti mengaku sudah siap memberlakukan sistem lima hari kerja. Beberapa waktu lalu, pihaknya mengundang stakeholder eksternal seperti BPJS dan rumah sakit mitra untuk sosialisasi. Sejumlah poster pengumuman pun ditempel untuk memberitahukan kepada masyarakat bahwa ada perubahan waktu pelayanan.

“Tapi kami yakin sosialisasi itu belum optimal. Pada pelaksanaannya nanti, pasti masih ada komplain dari masyarakat atau pasien. Kami akan tetap menerima komplain dan masukan itu untuk memberikan pelayanan yang lebih baik,” terangnya.

Banjir komplain, diperkirakan bakal terjadi di pelayanan poiliklinik umum. Mei memprediksi, pasti masih ada pasien yang datang di hari Sabtu untuk periksa. Karena itu, pihaknya akan mengarahkan agar mereka langsung ke IGD agar pasien tetap dilayani.

“Tapi ini hanya untuk masa sosialisasi saja. Nantinya, pasien biasa tetap akan kami tolak. Kecuali yang memang butuh penanganan segera, baru bisa dimasukkan ke IGD,” bebernya.

Meski diperpadat menjadi lima hari kerja, jam pelayanan tidak berkurang. Jika biasanya poliklinik hanya melayani hingga pukul 13.00, pada 2018 mendatang akan dibuka pukul 08.30-15.30 untuk Senin-Jumat, dan 08.00-16.00 di hari Sabtu. Karena waktu praktik lebih panjang, praktis jam antrean juga mengikuti.

Pengambilan nomor antrean SMS gateway pukul 05.00-10.00. Pengambilan nomor antrean manual pukul 06.30-12.00. Sementara Pendaftaran Poliklinik pukul 07.00 – 13.00. Pelayanan Poliklinik hari Senin – Kamis jam 08.30 – 15.30 Jumat jam 08.30 – 16.00. (amh/ric)