33 C
Semarang
Selasa, 22 September 2020

Menimbang Pembangunan LRT dan BRT

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Rencana pembangunan transportasi masal berbasis rel di Kota Semarang baik menggunakan Light Rapid Transit (LRT), Kereta Rel Listrik (KRL), ataupun Mass Rapid Transit (MRT), masih menjadi pro-kontra di kalangan sejumlah pihak. Termasuk di kalangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Semarang.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang belakangan ini merencanakan akan menerapkan pembangunan sistem transportasi berbasis rel tersebut pada 2018 mendatang.

“Pemkot Semarang perlu kajian mendalam untuk merealisasikannya. Menurut saya, saat ini belum mendesak untuk dibangun di Kota Semarang,” kata Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Joko Santoso, Minggu (24/12).

Dalam hal ini, Joko menilai perencanaan Pemkot Semarang kurang matang. “Kecuali jika pengguna angkutan umum itu sudah luar biasa. Bolehlah dibangun LRT atau sejenisnya. Tapi kan saat ini belum mendesak,” katanya.

Seharusnya, kata Joko, Pemkot Semarang memaksimalkan transportasi umum Bus Rapid Transit (BRT) terlebih dahulu menjadi program. BRT seharusnya dibenahi dan dimaksimalkan, karena sejauh ini BRT ini masih belum sesuai harapan bersama. Hal itu akan lebih baik ketimbang mengejar transportasi berbasis monorel.

Wakil Ketua Komisi C, Wachid Nurmiyanto sebelumnya menyarankan agar Pemkot Semarang tidak latah mengenai rencana program LRT tersebut. “Transportasi masal berbasis rel di Kota Semarang nantinya perlu. Tetapi nuwun sewu, jangan latah dengan kota lain,” kata Wachid.

Senada, ia menyarankan agar pemkot memaksimalkan BRT secara berkelanjutan. Bagaimana agar kebutuhan transportasi umum tercukupi menggunakan BRT, dan permasalahan kemacetan lalu-lintas kota teratasi.

Pada prinsipnya, Wachid mengaku senang kalau ada transportasi masal seperti LRT, KRL, ataupun MRT, tetapi harus bisa mengukur kemampuan. “Lha wong, proyek pembangunan SORR (Semarang Outer Ring Road) saja belum dijalankan, kok menjelajah hingga transportasi rel. SORR ini harus diselesaikan dulu sebagai upaya mengatasi kemacetan,” katanya.

Apalagi, program pembangunan SORR telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang sejak 2010. Tapi hingga sekarang belum terealisasi.

“Jangan kemudian di kota lain ada program baru, di Kota Semarang ikut-ikutan. Sementara program yang sudah ditentukan malah ditinggal. Itu namanya latah,” katanya.

Sedangka Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi menyampaikan pendapat lain, ia menyambut positif atas rencana pembangunan LRT oleh Dishub. Mengingat persoalan kemacetan di Kota Semarang telah dalam kondisi krodit.

“Masih banyak PR bagi Dinas Perhubungan Kota Semarang. Kalau kita melihat dampak lalu lintas, kemacetan di beberapa titik terjadi setiap hari kian parah. Tentunya, adanya program LRT adalah terobosan yang bagus,” tandasnya. (amu/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tingkatkan Mutu Sekolah Melalui Analisis SWOT

RADARSEMARANG.COM - SEKARANG ini tingkat persaingan antar sekolah semakin ketat. Agar mampu bersaing, setiap sekolah dituntut memperbaiki dan meningkatkan mutu pendidikannya. Jumlah sekolah yang...

Antara Bonek dan Pengabdian

Penari Langit Bule di Bukit Pabbaresseng (1)  Oleh Dahlan Iskan Rasanya tidak ada investor yang lebih bonek dari ini: mendirikan pembangkit listrik tenaga angin dengan investasi...

Lama Ditinggal Isteri, “Garap” Anak Sendiri

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG — Rus, 40, warga Pingit, Kecamatan Pringsurat, nekat menyetubuhi anaknya sendiri yang masih di bawah umur. Kini, pria yang sehari-hari bekerja sebagai...

4 Gudang Garmen Terbakar

SEMARANG - Kebakaran hebat terjadi di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang. Bangunan pabrik garmen PT Glory Industrial Semarang II di Jalan Coaster No 8...

Atlet Mutiara Hafis Kuasai Final Tunggal Dini Putra

RADARSEMARANG.COM, GROBOGAN - Hasil akhir kejuaraan Djarum Foundation Kejuaraan Bulu Tangkis Multi Kabupaten / Kota Se-Eks Karesidenan Semarang 2017 mencatatkan prestasi gemilang dari atlet...

Taman Instagramable

Taman di sisi trotoar Jalan Diponegoro, kawasan Siranda Semarang kini dipasangi aneka tanaman indah, lengkap dengan pohon artifisial warna warni. Kawasan yang dulunya tidak...