Melatih Mental Siswa Tampil di Depan Umum

Melongok Kegiatan “Sabtu Bercerita” di SDN Tawang Mas 01 Semarang

283
CERITA INSPIRATIF: Kepala SD Negeri Tawang Mas 01, Sunardi, saat menceritakan kisah Pandawa Lima di depan para siswanya, Sabtu (23/12). (AFIATI TSALISTATI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
CERITA INSPIRATIF: Kepala SD Negeri Tawang Mas 01, Sunardi, saat menceritakan kisah Pandawa Lima di depan para siswanya, Sabtu (23/12). (AFIATI TSALISTATI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – Beragam cara dilakukan para guru demi meningkatkan literasi siswanya di tengah perkembangan teknologi informasi. Seperti yang digagas oleh para pengajar di SD Negeri Tawang Mas 01 Semarang. Di sekolah ini, setiap Sabtu siswa dan guru dibiasakan bercerita inspiratif. Seperti apa?

AFIATI TSALITSATI

SABTU (23/12) pagi itu udara masih dingin. Mentari bersinar cerah. Pukul 07.00, bel sekolah berbunyi. Para siswa tidak masuk kelas. Tapi mereka duduk lesehan di halaman sekolah yang berpaving. Satu meja dan satu kursi sudah disiapkan. Tak ketinggalan mikrofon yang dipasang di tiangnya. Pagi itu, seorang siswa membaca buku kumpulan puisi pengalaman sehari-hari.

Ya, begitulah suasana SDN Tawang Mas 01 di bilangan Jalan Puri Anjasmoro Blok A-6 Semarang setiap Sabtu pagi. Di sekolah ini, setiap Sabtu siswa unjuk aktualisasi diri. Mereka membacakan cerita inspirasi di halaman sekolah. Tak hanya siswa saja, tetapi juga dilakukan secara dua arah dengan pembacaan cerita oleh guru. Kemudian di akhir bagian, selama lima menit siswa diberikan kesempatan untuk berebut menceritakan kembali isi ceritanya.

“Tujuannya, mengenalkan karakter isi cerita, kebanyakan adalah tokoh inspiratif yang diceritakan bisa pahlawan nasional, superhero, atau kisah pewayangan,” ungkap Kepala SDN Tawang Mas 01, Sunardi.

Hari itu, Sunardi, juga mendapat giliran bercerita. Mengenakan busana Jawa lengkap dengan blangkon, Sunardi bercerita tentang sosok wayang. Ia menceritakan kisah Pandawa Lima dengan karakter lima tokohnya.

Sunardi bercerita dengan logat dan gaya bak seorang dalang memainkan wayang kulit. Ia menjelaskan masing-masing karakter tokoh Pandawa Lima. Hingga tiba di bagian akhir, para siswanya berebut untuk menceritakan kembali apa yang telah diceritakannya.

“Kita juga lakukan tanya jawab atau jika ada siswa yang berani tampil ya akan dibawakan lagi ceritanya,” jelasnya.