TANPA SATPAM: Dua minimarket yang buka 24 jam di Jalan Pamularsih, Semarang. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TANPA SATPAM: Dua minimarket yang buka 24 jam di Jalan Pamularsih, Semarang. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang tak kenal waktu, kini banyak tempat usaha yang buka 24 jam nonstop. Selain minimarket atau toko modern, ada apotik 24 jam, SPBU 24 jam, warung Tegal (warteg) 24 jam, dan sebagainya Lalu, seperti apa standar pengamanan tempat usaha yang buka 24 jam ini?

KASUS kejahatan yang menimpa karyawan minimarket 24 jam menjadi perhatian banyak pihak. Apalagi, tak sedikit yang sampai menimbulkan korban jiwa. Kasus terakhir, seorang karyawan Indomaret Pandean lamper, Jalan Gajah Raya RT 5 RW 2, Gayamsari, Semarang, Agung Koko Prakoso, harus meregang nyawa, setelah ditusuk senjata tajam oleh perampok yang pura-pura hendak menukar uang.

Pasca kejadian itu, para karyawan minimarket yang buka 24 jam pun menjadi lebih waspada. Apalagi yang mendapat giliran shift malam hingga pagi hari. “Dari kasus pembunuhan kemarin sih saya jadi agak takut dan lebih waspada, terutama saat bekerja malam hari,” kata Daviq, karyawan Indomaret di Jalan Kyai Saleh, Semarang.

Pria yang sudah bekerja selama 2 tahun ini mengaku sempat shock ketika salah seorang karyawan Indomaret di Jalan Gajah Raya tewas terbunuh saat bekerja. Biasanya saat shift malam, dalam satu toko dijaga oleh dua sampai tiga karyawan.

“Arahan dari perusahaan pasca kejadian kemarin, jika berbahaya dan mengancam nyawa lebih baik ditinggal. Jika memang itu terjadi, saya dan teman-teman lebih memilih kabur dari pada jadi korban,” tuturnya.

Diakui, memang ada perbedaan besaran gaji antara karyawan shift pagi dan siang, dengan shift malam. Namun risiko bekerja di shift malam, menurut dia, tidak sebanding dengan uang atau gaji yang didapatkan. “Ada tambahan sih, Mas, namun jumlahnya tidak besar dan tidak sebanding dengan risikonya,” keluhnya.

Ia menambahkan, pasca kejadian tersebut, pihak toko modern juga telah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian di tingkat polsek setempat. Petugas Polsek pun siap melakukan patroli agar keamanan di lingkungannya terjaga. “Belum lama ini ada pertemuan dengan polsek. Mereka kalau malam patroli, namun kami tetap disarankan untuk waspada,” bebernya.

Hal yang sama diakui Iksanudin, karyawan Alfamart. Namun ia mengaku masih waswas dengan aksi kejahatan di Kota Semarang, terlebih yang terjadi di malam hari.