Loko Tua Diaktifkan Lagi Pertengahan Januari

704
UNTUK WISATA: Junior manajer bisnis Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Cepu Agus Kusnandar mengecek Loko Ruston kemarin. (FARUQ HIDAYAT/RADAT KUDUS)
UNTUK WISATA: Junior manajer bisnis Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Cepu Agus Kusnandar mengecek Loko Ruston kemarin. (FARUQ HIDAYAT/RADAT KUDUS)

RADARSEMARANG.COM, BLORA – Wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Depo Heritage Trainze Loko Uap Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) diprediksi bakal meningkat. Sebab, objek wisata yang berlokasi di di Desa Ngelo, Cepu, ini, bakal memiliki wahana baru, loko Ruston.

Loko yang sebelumnya sudah tak berfungsi selama belasan tahun itu, akan dihidupkan kembali. Pertengahan Januari dijadwalkan bakal launching.

Junior Manajer bisnis Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Cepu Agus Kusnandar mengatakan, di depo loko atau bengkel traksi Perum Perhutani KPH Cepu memang ada sejumlah lokomotif tua. Di antaranya empat lokomotif buatan Berliner Masehinebau-Actien Gesellseft (BMAG).

Masing-masing bernama Tujuh Belas, Agustus, Bahagia, dan Madjoe. Lokomatif Madjoe sekarang ditempatkan di kantor pusat perhutani Jakarta. Selain empat lokomotif tadi, ada dua lokomotif langsir uap buatan Du Croo dan Braun. Kemudian, satu lokomotif Hanomag buatan tahun 1922 Exs PJKA C2902. Selanjutnya, juga ada satu lokomotif Ruston bertenaga diesel dan satu drensine hasil modifikasi dari Colt T120. Serta satu drensin buatan Jepang merek Honda dan lori onthel.

Namun, sebagian sudah tidak bisa digunakan. ”Loko uap terakhir digunakan itu pada 2000 lalu,” jelasnya.

Semenjak itu, lokomotif terbengkalai tak ada yang merawat. Baru pada 2016 depo loko dijadikan tempat wisata. Sebab, banyak masyarakat lokal hingga wisatawan asing yang kerap berkunjung untuk melihat lokomotif peninggalan Belanda ini. Tarif masuknya, untuk hari biasa Rp 3 ribu. Sedangkan Sabtu dan Minggu Rp 5 ribu.

”Biaya tarif itu kami gunakan untuk pemeliharaan objek wisata. Dari keseluruhan loko itu, hanya tiga yang masih berfungsi. Yakni, loko uap Bahagia tahun 1928, Loko Ruston tenaga diesel, dan satu drensine,” katanya saat memeriksa loko di depo loko kemarin.

Meski hanya tiga yang bisa berfungsi, namun yang saat ini aktif digunakan untuk wisatawan hanya drensine. Drensine itu berkapasitas delapan penumpang. Sedangkan lokomotif ruston tenaga diesel akan diaktifkan kembali dan akan di-launching pertengahan Januari 2018 mendatang.

”Loko Ruston nantinya diberi dua gerbong. Satu gerbongnya berkapasitas 25 orang. Tarifnya Rp 20 ribu, namun juga tergantung rute perjalanan. Ada tiga pilihan lokasi tujuan. Yakni Jembatan Batokan, Center of Nursiery, dan Log Yard,” ujarnya.

Dia menambahkan, lokomotif uap Bahagia tahun 1928 juga bisa digunakan. Namun, biaya operasionalnya mahal. Sebab, membutuhkan banyak kayu sebagai bahan bakar. (ruq/lin/jpr/zal)