33 C
Semarang
Minggu, 9 Agustus 2020

Dorong Komunitas Seni Awasi Pemilu

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO – Upaya mencegah pelanggaran pemilu, terus digencarkan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Wonosobo. Kali ini melibatkan berbagai komunitas seni di kota dingin itu agar terlibat dalam pengawasan pemilu.

Melalui kegiatan pelatihan pengawasan pemilu partisipatif bertema Peran Komunitas dalam Mewujudkan Pemilu yang Berkualitas dan Berkeadilan, Sabtu (23/12) melibatkan semua komunitas yang ada di Wonosobo. Mulai dari komunitas Beatbox, komunitas stand up comedy, komunitas teater, komunitas seni musik dan rebana, dan komunitas seni tari dan seni rupa.

Peran komunitas tersebut menurut Sumali Ibnu Chamid dari Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar-Lembaga Panwas Kabupaten Wonosobo, sebagai upaya peningkatan partisipasi masyarakat yang diambil dari beberapa segmentasi masyarakat dari organisme di lingkungan yang memiliki kebudayaan sama.

“Keikutsertaan mereka (pegiat seni) merupakan sebagai langkah awal dalam propaganda melalui seni. Tujuannya komunitas seni terlibat mengawasi pemilu dengan keseniannya,”tegasnya.

Pegiat seni, kata Ibnu Chamid, memiliki ruang yang luas dalam transformasi informasi kepada masyarakat luas. Dengan berbagai pendekatan seni, seperti, puisi, lukisan, tari, lagu, dan teater mampu menjadi sarana menggugah kesadaran masyarakat terlibat awasi pemilu.

“Komunitas yang hadir memiliki karya, didorong mampu memproduksi karya untuk menumbuhkan kesadaran pengawasan pemilu,”ujarnya.

Dalam kegiatan yang diikuti 70 orang tersebut, peserta dibekali pemahaman tentang hal-hal yang ada dalam pemilu baik tahapan, jenis-jenis pelanggaran dan sebagainya. “Pegiat seni juga harus paham bagaimana melaporkan pelanggaran pemilu,”katanya.

Agus Wuryanto, salah seorang budayawan Wonosobo yang juga menjadi narasumber menegaskan, propaganda seni diupayakan sebagai bentuk pencapaian demokrasi yang baik. Dan dalam pencapaian demokrasi tersebut, tentunya masyarakat harus memilih pemimpin yang visioner, cerdas, mengayomi masyarakat dan mampu mengakomodasi kepentingan rakyatnya.

“Pencapaian dalam memilih pemimpin tersebut sangat mampu dilakukan jika masyarakat berperan aktif,” paparnya.

Dikatakan lulusan ISI Jogja itu, komunitas pegiat seni melakukan perannya dalam propaganda seni sebagaimana yang pernah dilakukan di Eropa tempo dulu. Terbukti pada abad pencerahan, seni yang selaras dengan ilmu pengetahuan merupakan bentuk propaganda yang paling efektif pada saat itu. “Kami rasa, seni bisa menjadi alat dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat menjadi pengawas pemilu partisipatif,” imbuhnya.

Sebagai bentuk peran aktif dan menunjukan kesiapan mereka sebagai pengawas partisipatif, para komunitas menampilkan bentuk seni dan karya mereka pada acara tersebut, sesuai bidang masing-masing. Cara tersebut dimaksudkan sebagai bentuk yang bisa dilakukan mereka sebagai upaya pencegahan untuk masyarakat maupun organisasi di lingkungannya. (ali/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Nusantara Mengaji Ajak 50 Ribu Warga

KAJEN-Masyarakat Kabupaten Pekalongan bersama Nusantara Mengaji akan menggelar khataman Alquran dan doa untuk bangsa di Alun-Alun Kabupaten Pekalongan, hari ini Sabtu (18/11). Diperkirakan lebih...

Sulap Limbah Serutan Kayu Jadi Karya Bernilai Seni Tinggi

KI Hajar Dewantara merupakan pahlawan nasional sekaligus bapak pendidikan nasional Indonesia yang mempunyai semangat dan motivasi tinggi dalam merintis pendidikan umum di Indonesia. Semangat...

Cepat Merespons Pengaduan Pelanggan

PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, serius meningkatkan performa pelayanan kepada pelanggan, dengan memberikan respons cepat terhadap keluhan/komplain pelanggan melalui kanal-kanal komunikasi, baik yang resmi...

Beli Produk Pakai Kreweng, Pedagangnya Berkain Kebaya

Untuk melestarikan makanan tradisonal dan menghidupkan geliat usaha mikro kecil menengah (UMKM), Pemkab Batang menggelar even wisata baru Minggon Jatinan. Wisata ini terletak di...

Demak Jadi Pilot Project GCG BUMD

DEMAK- Demak patut berbangga. Sebab, dari 35 kabupaten/kota di Jateng, Demak menjadi salah satu daerah yang dipilih untuk menjadi pilot project Good Corporate Governance...

Bandara Baru Beroperasi 6 Juni

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Terminal baru Bandara Internasional Ahmad Yani akan dioperasikan pada 6 Juni mendatang. Terminal baru ini akan menambah kapasitas penumpang bandara menjadi...