Diduga Dibunuh, Leher Dirantai dan Digembok

510

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG Sesosok mayat diduga korban pembunuhan ditemukan tergeletak di sebuah bangunan kosong di Jalan Pandanaran 98, Pekunden, Semarang Tengah. Korban ditemukan sudah dalam kondisi membusuk dengan leher terlilit rantai dan digembok dobel. Korban diketahui bernama Kurniawan, 29, warga Karang Tengah, Demak. Saat ditemukan, korban mengenakan kaos lengan pendek bergaris dan bercelana panjang dalam posisi tidur terlentang di bawah anak tangga.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang menyebutkan, korban diketahui Sabtu (23/12) sekitar pukul 13.00 oleh dua satpam sekitar bangunan bernama Hendrik, 27, warga Meteseh, Tembalang dan Rafli Nugroho,19, warga Jalan Sadewa Semarang Tengah. Saat itu, kedua saksi sedang makan di halaman depan gedung tersebut. Tanpa sengaja, dari luar pintu kaca bangunan, keduanya melihat sesosok orang tiduran di dalam gedung. Karena penasaran, keduanya mengecek, dan ternyata diketahui mayat seorang pria.

Selanjutnya, saksi menghubungi koordinator satpam Cisnoto diteruskan ke Gunawan. Penemuan mayat itu pun dilaporkan ke Polsek Semarang Tengah dan Polrestabes Semarang. Begitu menerima laporan, Tim Inafis Polrestabes Semarang langsung mendatangi lokasi guna melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Korban ditemukan dalam kondisi leher diikat rantai dan digembok dua. Rantainya diikatkan dengan besi tangga. Sudah busuk dan baunya menyengat. Diperkirakan sudah meninggal lebih dari 10 hari,” ungkap petugas Inafis saat berada di rumah jenazah RSUP dr Kariadi Semarang, Sabtu malam.

Awalnya polisi kesulitan menemukan identitas korban. Sebab, tidak ditemukan kartu identitas di saku celana yang dikenakan korban. Polisi hanya menemukan tas cangklong berisi handphone dan charger.

Namun setelah penemuan mayat tersebut disebarluaskan di jajaran Polrestabes Semarang, akhirnya ada pihak keluarga korban yang yang mendatangi kamar jenazah RSUP dr Kariadi Semarang untuk melakukan pengecekan.