Munculkan Kesan Misterius dan Macho

910
GARANG : Aulia Ilham bersama kuda besinya, Kawasaki Binter Merzy (1980) yang dimodif gaya café racer
GARANG : Aulia Ilham bersama kuda besinya, Kawasaki Binter Merzy (1980) yang dimodif gaya café racer

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sulap motor tua menjadi lebih garang dan kece. Itulah yang dilakukan Catra Bintang, owner Fuctory Brother, saat mengubah Kawasaki Binter Merzy (1980) milik Aulia Ilham, menjadi gaya café racer. Dalam konsep modifikasinya, Catra mencoba mengangkat kesan misterius dan macho.

Menurut Catra, mengubah Kawasaki Binter Merzy yang masih menggunakan platina lebih mudah dan simple. Pasalnya sang pemilik motor, Aulia Ilham, masih menggunakan part-part asli yang digabungkan dengan part custom.

“Gaya modifikasinya cafe racer, namun khusus motor ini beda, walaupun bentuknya sekarang lebih garang ubahannya tidak begitu sulit lantaran dari basic-nya memang mudah dimodifikasi,” katanya.

Agar tampil beda dengan gaya modifikasi yang kini menjadi primadona, Catra mengusung konsep berbeda pula, menonjolkan kesan misterius dengan mengecat bodi dan rangka warna hitam, serta menggunakan ban bertipe classic.

“90 persen manggunakan basic motor yang di custom. Warna sengaja serba hitam di hampir semua bagian agar kesan misteriusnya keluar,” tegasnya.

Sukses dengan kesan misterius, Catra juga membuat Binter Merzy mirip kliennya agar lebih macho dan padat berisi. Tanki bensin standart bawaan tetap digunakan namun ia custom menyesuaikan konsep cafe racer.

“Tanki dibuat custom, agar nampak elegan. Bagian kemudi menggunakan stang jepit dan menggunakan triple T custom,” bebernya.

Bagian ekor, dikepras oleh Catra, dengan gaya hornet alias meruncing khas cafe racer. Stop lamp dan seins menggunakan lampu LED agar lebih simple dan tidak memakan tempat.

Sementara bagian kaki-kaki diganti dengan velg tapak lebar ukuran 450 diameter 17 inchi yang dibungkus dengan ban bergaya classic.

“Shock breaker bagian belakang menggunakan custom, sementara untuk foot step menggunakan tipe underbone dan knalpot menggunakan jenis free flow.” Ucapnya.

Agar terkesan macho dan gemuk, Catra mengerpras jarak antara ban dan bodi depan ataupun belakang. Alhasil motor yang sebelumnya tinggi dibuat lebih pendek dan padat namun nampak elegan.

“Tujuannya sih lebih ke futuristik, selain itu juga membuat perbedaan dari karya saya sebelumnya,” katanya.

Untuk membuat tampilan motornya berbeda, Aulia Rahman sendiri harus merogok kantong cukup dalam, setidaknya ia mengeluarkan budget sekitar Rp 10 jutaan agar motor jadulnya terlahir kembali dan gaya yang berbeda.

“Sudah puas sih mas dengan ubahannya, mungkin ke depan malah akan bikin lagi dengan konsep yang berbeda,” tambah Aulia. (den/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here