33 C
Semarang
Kamis, 28 Mei 2020

Jadilah Contoh

Another

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

RADARSEMARANG.COM – SEMUA yang dilakukan Bayu ini juga diterapkan di keluarga kecilnya. Ia juga mengajarkan sang Buah hati untuk mengenal kebudayaan Jawa. Salah satunya,  membiasakan anaknya untuk menggunakan bahasa Jawa dalam kehidupan sehari-hari. ”Dengan pembiasaan, bukan dipaksa tanpa kita praktikkan sehari-hari,” ujar ayah dua anak ini.

Ayah dari Kinanthi Mustikaning Widya Hapsari dan Bharatasena Sinartan Dayaning Bhumi, ini menganggap budaya Jawa sangat penting karena sarat akan nilai-nilai kehidupan. Salah satunya, budaya Jawa menjadi bagian dari kita untuk menyampaikan nilai-nilai kesopanan. Ia mencontohkan ketika harus mengalah kepada orang tua karena aspek kesopanan yang memang harus dijaga.

”Dengan orang tua harus ngalah, bukan persoalan benar-salah. Tapi persoalan kesantuan. Itu yang diajarkan dalam budaya Jawa,” ujar dosen yang menjadi idola sejumlah mahasiswanya ini.

Ia mengatakan bahwa kesopanan akan mengatasi berbagai hal. ”Yang bisa kita ambil dari sini adalah ketika ada niat baik disampaikan dengan baik pula maka akan menghasilkan sesuatu yang baik pula,” jelasnya.

Dalam mentransformasikan nilai-nilai ini, Bayu selalu berusaha untuk menjadi contoh di dalam keluarganya. Dirinya tidak ingin hanya memberikan contoh tanpa bisa melakukannya. ”Kalau memberi contoh itu mudah, tapi menjadi contoh itu…,” jelas Bayu.

Ditanya mengenai tokoh wayang yang diidolakan, Bayu menjawab hampir semua wayang memiliki nilai-nilai positif yang bisa diterapkan dalam kehidupan. Namun satu yang menjadi idolanya adalah Bratasena.

”Nama Bratasena diambil dari unsur alam berupa angin. Seperti sifat angin, kita dalam berbuat dan bertindak tanpa diketahui bentuknya tapi bisa dirasakan,” ujarnya. Sifat inilah yang nampaknya juga ia lakukan dalam upayanya melestarikan kebudayaan Jawa. (sigit adrianto/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

More Articles Like This

Must Read

Nilai Ujian Nasional IPA SMA Kesatrian Tinggi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-SMA Kesatrian 2 Semarang melepas 254 siswa-siswi kelas XII dalam acara wisuda di halaman sekolah baru- baru ini. Kepala SMA Kesatrian 2 Semarang, Sunarno...

Kematian Ibu Melahirkan Capai 10 Orang

RADARSEMARANG.COM, BATANG-Kematian ibu melahirkan meninggal dunia di Kabupaten Batang masing cukup tinggi. Tercatat, tahun 2017 mencapai 16 orang dan 2018 sampai Juni sudah  10 orang....

Satrio Susah Payah Kalahkan Aat

MAGELANG – Penyelenggaraan Djarum Foundation Kejurkab Bulutangkis Bupati Cup VI Kab Magelang 2017 mulai berlangsung Jumat (28/4) kemarin di GOR Djarum Magelang, Jalan Beringin...

UNFEST 2.0

MAHAKARYA mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) menyelenggarakan UNFEST 2.0 (UNNES Night Festival) didukung Jawa Pos Radar Semarang dengan tema Manus X Machina : When...

Curi Burung Polisi, Dibui

PURWOREJO—Nasib apes menimpa Muhammad Sutarno alias Nur Hikmatul Ain, 22, warga Desa Jrakah Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo ketika berniat mencuri burung bersama temannya, SN,...

Banyak Anjal, Peradi Surati Hendi-Ita

SEMARANG - Setelah menerima keluhan masyarakat terkait banyaknya anak-anak di bawah umur yang mengasong dan mengemis di traffic light di seputar Kota Semarang, Dewan...