Muhammad Bayu Widagdo
Muhammad Bayu Widagdo

RADARSEMARANG.COM – SEMUA yang dilakukan Bayu ini juga diterapkan di keluarga kecilnya. Ia juga mengajarkan sang Buah hati untuk mengenal kebudayaan Jawa. Salah satunya,  membiasakan anaknya untuk menggunakan bahasa Jawa dalam kehidupan sehari-hari. ”Dengan pembiasaan, bukan dipaksa tanpa kita praktikkan sehari-hari,” ujar ayah dua anak ini.

Ayah dari Kinanthi Mustikaning Widya Hapsari dan Bharatasena Sinartan Dayaning Bhumi, ini menganggap budaya Jawa sangat penting karena sarat akan nilai-nilai kehidupan. Salah satunya, budaya Jawa menjadi bagian dari kita untuk menyampaikan nilai-nilai kesopanan. Ia mencontohkan ketika harus mengalah kepada orang tua karena aspek kesopanan yang memang harus dijaga.

”Dengan orang tua harus ngalah, bukan persoalan benar-salah. Tapi persoalan kesantuan. Itu yang diajarkan dalam budaya Jawa,” ujar dosen yang menjadi idola sejumlah mahasiswanya ini.

Ia mengatakan bahwa kesopanan akan mengatasi berbagai hal. ”Yang bisa kita ambil dari sini adalah ketika ada niat baik disampaikan dengan baik pula maka akan menghasilkan sesuatu yang baik pula,” jelasnya.

Dalam mentransformasikan nilai-nilai ini, Bayu selalu berusaha untuk menjadi contoh di dalam keluarganya. Dirinya tidak ingin hanya memberikan contoh tanpa bisa melakukannya. ”Kalau memberi contoh itu mudah, tapi menjadi contoh itu…,” jelas Bayu.

Ditanya mengenai tokoh wayang yang diidolakan, Bayu menjawab hampir semua wayang memiliki nilai-nilai positif yang bisa diterapkan dalam kehidupan. Namun satu yang menjadi idolanya adalah Bratasena.

”Nama Bratasena diambil dari unsur alam berupa angin. Seperti sifat angin, kita dalam berbuat dan bertindak tanpa diketahui bentuknya tapi bisa dirasakan,” ujarnya. Sifat inilah yang nampaknya juga ia lakukan dalam upayanya melestarikan kebudayaan Jawa. (sigit adrianto/zal)