Instagramable dengan Sentuhan Bergaya Industrial

2201

RADARSEMARANG.COM – TIDAK sekadar menawarkan kelezatan makanan, desain interior yang cukup instagramable kini juga menjadi andalan para pelaku bisnis kuliner dalam menggaet para pelanggan. Strategi pemasaran ini tak lepas dari dampak perkembangan sosial media yang cukup masif.

Pullen’s Cafe salah satunya. Desain interior bergaya industrial diambil sebagai konsep utama kafe tersebut. Mulai dari dinding dengan beberapa sisi yang dibiarkan unfinished hanya berlapiskan semen dan potongan-potongan kayu, begitu juga dengan langit-langit tanpa gypsum atau eternit yang memperlihatkan pipa-pipa dan balok-balok kayu.

Seirama dengan dinding dan langit-langit yang unfinished, furniture yang digunakan pun mengambil unsur dari elemen metal dan kayu. Warna-warna bernuansa gelap dari elemen-elemen tersebut kian menegaskan kesan maskulin dan misterius yang khas hadir dari konsep industrial.

Pemilik Pullen’s Cafe, Andreas Yunis mengungkapkan, tren yang berkembang saat ini, orang tak hanya datang untuk menikmati sajian, namun juga mengabadikan momen dan mengunggah ke sosial media, baik sajian maupun suasana kafe atau resto sebagai lokasi untuk selfi maupun wefie.

“Karena itu sebagai pebisnis kuliner, harus juga dipikirkan konsep yang menarik dan unik. Salah satunya adalah konsep bergaya industrial. Kesan maskulin dan misterius saya rasa cukup menarik, selain itu juga ada beberapa tambahan dekorasi yang mengikis kesan monoton,”ujarnya.

Sesuai dengan tagline-nya, eat-shot-share, dengan konsep cafe yang cukup instagramable ini, ia berharap pengunjung yang datang tak hanya merasa nyaman dalam menikmati sajian tapi juga leluasa dalam mengabadikannya dalam jepretan kamera untuk kemudian membagikan dengan mengunggah dalam sosial media.

Meski desain yang dihadirkan mengambil konsep yang cukup kekinian, untuk sajian, Yunis justru memilih masakan bernuansa Jawa. “Kita ajak anak muda kembali ke selera asal. Kalau biasanya kafe kekinian, sajiannya juga kekinian. Nah sekarang kafenya kekinian, tapi makanannya nuansa Jawa,” ujarnya.

Namun demikian, sajian-sajian tersebut juga dikemas dengan nama-nama yang cukup unik. Diantaranya Bebek Ojo Galak, Gule Kenangan Mantan dan beberapa menu bernuansa Jawa dengan nama-nama yang cukup nyeleneh.

“Intinya kami ingin menyajikan sesuatu yang unik namun cukup nyaman. Baik dari segi sajian maupun desain,” ujarnya. (dna/zal)