Guru pun Dituntut Terus Belajar

151
Oleh: Ertik Indriyati SPd
Oleh: Ertik Indriyati SPd

RADARSEMARANG.COM – MENGHADAPI tahun baru 2018 dan semester yang baru pada 2018 muncul di benak penulis banyak yang harus disiapkan sebagai guru yang profesional. Rasanya ada beban yang tampak berat menghantui setiap kali akan memulai membuat persiapan mengajar di tahun dan semester baru. Padahal apa yang perlu dipersiapkan seorang guru sebelum mengajar sudah diatur dalam UU Tahun 2003 Bab XI Pasal 39 ayat (2), yakni merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu, menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran, membimbing dan melatih peserta didik/siswa, melakukan penelitian dan pengabdian terhadap masyarakat, melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada kegiatan pokok  yang sesuai, serta meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan.

Tugas guru secara lebih terperinci juga dijelaskan dalam Permendiknas No 35 Tahun 2010 tentang petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, di antaranya menyusun kurikulum pembelajaran pada satuan pendidikan, menyusun silabus pembelajaran, menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), melaksanakan kegiatan pembelajaran, menyusun alat ukur/soal sesuai mata pelajaran, menilai dan mengevaluasi proses dan hasil belajar pada mata pelajaran di kelasnya, menganalisis hasil penilaian pembelajaran, melaksanakan pembelajaran/ perbaikan dan pengayaan dengan memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi, melaksanakan bimbingan dan konseling di kelas yang menjadi tanggung jawabnya (khusus guru kelas) menjadi pengawas penilai dan evaluasi terhadap proses dan hasil belajar tingkat sekolah / madrasah dan nasional, membimbing guru pemula dalam program induksi, membimbing siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler proses pembelajaran, melaksanakan pengembangan diri, melaksanakan publikasi ilmiah dan / atau karya inovatif, dan melakukan presentasi ilmiah

Revisi kurikulum 2013 menuntut peserta didik memiliki keterampilan C4 keterampilan abad 21, yakni Communication (Komunikasi), Collaborative (Kemampuan berkolaborasi alias bekerja sama), Critical Thinking and Problem Solving (kemampuan untuk memahami sebuah masalah yang rumit sehingga ketemu solusi dari suatu permasalahan), dan Creativity and Innovation (kreativitas yang menghasilkan penemuan-penemuan baru).

Lalu sebagai guru yang katanya profesional, apa yang bisa pernulis perbuat untuk mewujudkan tujuan pendidikan bangsa Indonesia? Haruskah penulis terus-menerus menggerutu mengingat umur sudah setengah baya? Jawabnya “Tidak”.

Tidak hanya siswa yang dituntut untuk belajar, namun guru pun perlu belajar agar bisa menaklukkan kompetisi abad 21. Di mana di abad ini, pertarungan bukan lagi berorientasi pada “aku menang dan kamu kalah, tapi aku menang dan kamu menang.” Kita unggul bersama-sama, sehingga mengajar menjadi menyenangkan, baik untuk siswa maupun guru itu sendiri.

Bagaimana guru harus menyikapi semuanya itu? Kembalilah  pada tupoksi seorang guru, jangan malas membaca dan mengikuti pelatihan-pelatihan agar berkembang wawasan kita tentang dunia pendidikan di zaman sekarang. Selamat mengajar guru hebat  Indonesia, tetap semangat dan teruslah berkarya. (*/aro)

 Guru SMA Negeri 2 Cepu

Silakan beri komentar.