Santai Ala Kolonial di RM Soto Dolly

662
SEJUK : PTPN IX Siluwok Subah menyulap rumah kuno menjadi rumah makan (RM) yang unik untuk destinasi wisata baru di Batang. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEJUK : PTPN IX Siluwok Subah menyulap rumah kuno menjadi rumah makan (RM) yang unik untuk destinasi wisata baru di Batang. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Makan sambil menikmati sejuknya alam di bawah naungan rindang pepohonan tentu turut menyejukkan hati. Apalagi jika dikelilingi bangunan kuno peninggalan kolonial Belanda, tentu memberikan romantisme tersendiri.  Suasana itulah yang ditawarkan manajeman PTPN IX Siluwok Subah melalui Rumah Makan (RM) Soto Dolly.

RM yang terletak di pintu masuk kompleks kantor PTPN IX ini, memantik perhatian pengunjung untuk memasuki wilayah PTPN IX yang asri. RM Soto Dolly ini menempati bangunan kuno bekas rumah karyawan dan pimpinan Kebun Siluwok. Bangunan yang sempat beberapa waktu tak terpakai ini, sejak empat bulan terakhir disulap menjadi rumah makan yang menonjolkan kesan klasik khas tempo dulu. Menu andalannya adalah Soto Gringsing dan Nasi Meteng alias Megono Mateng. Pengelolanya adalah anggota koperasi Karyawan PTPN IX sendiri. “Berdirinya RM Soto Dolly ini sebagai rintisan untuk men-support perkembangan wisata,” kata Kepala PTPN IX Siluwok Subah, Agus Sulistiyono melalui Asisten Kepala, Riyanto.

Menurutnya, sejak RM Soto Dolly dibuka, animo masyarakat cukup positif. Banyak wisatawan yang mampir, baik yang datang sendirian maupun rombongan. “Beberapa instansi pemerintah rutin berkunjung ke tempat ini. Selain menikmati hidangan pengunjung, bisa menikmati relaksasi dengan terapi ikan yang terletak di samping bangunan,” promonya.

Walupun PTPN IX merupakan perusahan perkebunan, pihaknya tidak hanya fokus pada sektor perkebunan, tetapi merambah ke bidang wisata. Hal itu sebagai bentuk usaha dalam mempertahankan ranking pertama perolehan laba se-Jawa Tengah. “Untuk mempertahankan posisi tersebut, kami harus menggali potensi di sektor lain. Di sini banyak bangunan kuno yang bisa dimanfaatkan untuk mendongkrak pendapatan,” imbuhnya semangat.

Sejak dibuka untuk umum, diakuinya, banyak pengunjung yang datang ke warung ini tiap sore. Baik sekedar makan maupun jalan-jalan menikmati suasana asri dan selfie dengan latar belakang bangunan kuno. Bahkan, gedung bekas pabrik kakao, justru paling favorit untuk foto pra wedding. Disediakan pula mobil kayuh VW Kodok yang bisa disewa untuk berkeliling.

Rencananya ke depan, pihaknya akan menjalin kerjasama dengan pecinta burung yang setiap minggu berkumpul dan setiap bulan ada event besar. Suasana RM Soto Dolly ini bisa menarik minat pecinta burung dari luar daerah, karena tempatnya lebih representatif dibanding tempat lain. “Kami sudah merencanakan membuat kolam renang anak-anak, out bond dan flying fox di sebelah barat RM Soto Dolly. Dengan tiket masuk yang terjangkau oleh pengunjung, bisa menikmati suasana tenang dan klasik sambil mengenang masa lalu,” kata Riyanto optimistis. (han/sct/ida)