GSP Bulog Sasar Pasar Tradisional

1428
KENDALIKAN HARGA : Menjelang Natal dan Tahun Baru 2018, Bulog Batang rutin menggelar operasi pasar di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Batang. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KENDALIKAN HARGA : Menjelang Natal dan Tahun Baru 2018, Bulog Batang rutin menggelar operasi pasar di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Batang. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2018, Perum Bulog Kandeman Batang gencar melakukan operasi pasar dengan sasaran utama pasar-pasar tradisional di Batang. Karena pasar tersebut menjadi jujugan warga untuk berbelanja kebutuhan pokok semua kalangan.

“Ada dua pasar yang rutin kami sambangi dalam Gerakan Stabilisasi Pangan (GSP). Yaitu Pasar Batang Sementara dan Pasar Bandar. Kedua pasar itu menjadi jujugan masyarakat di Kabupaten Batang,” kata Kepala Gudang Bulog Kandeman Batan, Tarno, Jumat (22/12) kemarin.

Menurut Tarno, upaya stabilisasi pangan ini dilakukan untuk mengantisipasi kenaikan barang yang selalu terjadi pada akhir tahun. Terutama pada bahan kebutuhan pokok. Jika ada operasi pasar, tentu akan menjadi tolak ukur harga bagi pedagang lain, sehingga konsumen tidak dibebani kenaikan harga. Terlihat, selama digelar operasi pasar, masyarakat sangat antusias membeli.

Dalam operasi pasar ini, Bulog menyiapkan tiga bahan pokok utama, yaitu beras, gula pasir, dan minyak goreng. Semua produk dijual dengan harga standar pemerintah. Seperti minyak goreng dijual seharga Rp11.500/liter, gula pasir Rp19.900/kg dan beras premium Rp 50.000/kg.

“Kami rutin melakukan survei berbagai lokasi pasar untuk mengetahui harga kebutuhan pokok warga. Jika sudah mulai ada kenaikan, kami langsung bertindak dengan menggelar operasi pasar ini,” sebut Tarno.

Salah satu warga yang memanfaatkan kesempatan ini, Sutianah, mengapresiasi program tersebut. “Saya sangat senang dengan program ini. Paling tidak, harga pangan yang dikhawatirkan akan naik pada akhir tahun, bisa segera diantisipasi. Sehingga rakyat kecil dengan penghasilan terbatas tidak resah,” ucapnya. (han/ida)