Ditemukan 63 Pengidap HIV/AIDS Baru

489
TELADAN : Wabup Ngesti Nugraha memberikan keteladaan VCT yang diselenggarakan KPA Kabupaten Semarang di Kantor Bupati Semarang, Jumat (22/12) kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TELADAN : Wabup Ngesti Nugraha memberikan keteladaan VCT yang diselenggarakan KPA Kabupaten Semarang di Kantor Bupati Semarang, Jumat (22/12) kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Semarang menemukan 63 pengidap HIV/AIDS baru hingga November 2017. Mereka tersebar di 19 kecamatan di Kabupaten Semarang.

Kepala Seksi Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Kabupaten Semarang, Wahyono mengatakan bahwa para pengidap tersebut masih didominasi oleh ibu rumah tangga.

“Mereka ditemukan dari kegiatan Voluntary Counseling and Test (VCT) dan Provider Initiated Testing and Counseling (PITC) oleh petugas kesehatan di Puskesmas maupun di rumah sakit,” ujar Wahyono usai sosialisasi bahaya AIDS dan VCT bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kantor Bupati Semarang, Jumat (22/12).

Dikatakannya, kedua layanan tes tersebut memang telah direkomendasikan oleh WHO untuk meningkatkan cakupan layanan tes HIV. Jika VCT menitikberatkan pada kesukarelaan warga, maka PITC itu ditawarkan oleh petugas, difasilitas layanan kesehatan secara rutin. “Jadi petugas kesehatan di Puskesmas atau rumah sakit dapat menawarkan tes HIV, jika menemukan pasien yang dicurigai mengidap HIV,” ujarnya.

Saat ini PITC dan VCT sudah dilakukan oleh petugas kesehatan di rumah sakit umum daerah dan sebelas Puskesmas yang ada di Kabupaten Semarang. Puskesmas itu antara lain di Desa Duren, Bergas, Tengaran, Bawen, Getasan, Bringin, Suruh, Susukan dan Pringapus. Wahyono juga mengimbau warga masyarakat yang memiliki risiko tinggi terkena HIV/AIDS untuk melakukan tes secara rutin.

Sehingga akan dapat diketahui perkembangan kesehatan warga yang bersangkutan. Sementara itu, Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Semarang, Puguh Wijoyo Pakuwojo menjelaskan pada tahun 2030 ditargetkan seluruh pengidap HIV/AIDS harus dalam kondisi terbuka. Artinya, pengidap HIV/AIDS harus diketahui status dan datanya. “Saat ini dari hasil analisa diperkirakan ada 3.025 pengidap HIV/AIDS. Sedangkan yang telah diketahui kepastian statusnya sekitar 25 persen,” katanya.

Lewat VCT dan PITC ini diharapkan para pengidap HIV/AIDS yang tersembunyi dapat diketahui dengan pasti statusnya. Sehingga mereka dapat dibina untuk tidak menularkan kepada warga lainnya. “Jika semua pengidap sudah diketahui dan dibina, diharapkan pada tahun 2030 dapat tercipta getting zero penularan HIV/AIDS,” pungkas Puguh.

Wakil Bupati Semarang, Ngesti Nugraha yang hadir pada kesempatan itu mengatakan ASN harus memberikan keteladanan untuk masyarakat melalui VCT. “Kegiatan ini sebagai bentuk keteladanan para ASN untuk menggugah kesadaran masyarakat untuk peduli dan sadar bahaya penyakit AIDS,” kata Ngesti. (ewb/ida)