Basuh Kaki Ibu sebagai Ungkapan Rasa Cinta

Ketika Anak Disabilitas Menunjukkan Kecintaannya Terhadap Ibu

572
PELUK ERAT : Seorang anak penyandang disabilitas dari SLB-B YPPALB Kota Magelang menangis sambil memeluk ibunya saat acara memperingati Hari Ibu, Kamis (21/12). (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)
PELUK ERAT : Seorang anak penyandang disabilitas dari SLB-B YPPALB Kota Magelang menangis sambil memeluk ibunya saat acara memperingati Hari Ibu, Kamis (21/12). (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)

RADARSEMARANG.COM – Anak-anak berkebutuhan khusus memiliki cara tersendiri untuk mengungkapkan rasa cinta mereka kepada ibu. Ungkapan cinta yang tulus membuat para ibu menangis. Seperti apa?

AGUS HADIANTO

Keharuan tampak terungkap di wajah puluhan ibu yang menyaksikan anak-anaknya tampil di depan panggung yang disediakan SLB-B YPPALB Kota Magelang, Kamis (21/12). Anak-anak berkebutuhan khusus membawakan berbagai macam pertunjukan, seperti tarian maupun kreativitas lainnya. Suasana semakin haru ketika puluhan siswa disabilitas berbaris dan memberikan rangkaian bunga yang dibuat untuk ibu masing-masing.

Isak tangis mulai terdengar dari ibu-ibu yang duduk di kursi depan panggung kala anak-anaknya memberi kejutan dengan membasuh kaki ibunya masing-masing menggunakan air bunga. Para anak pun tak kuasa ikut menangis, tanda begitu mendalamnya cinta mereka pada sang ibu. Tangisan semakin menjadi-jadi kala suasana tersebut diiringi lagu ‘Ibu” milik Melly Goeslow.

“Saya benar-benar terharu, tidak bisa berkata-kata. Saya juga tak kuasa ketika melihat anak saya membasuh kedua kaki saya,” kata Winasih, 46, ibunda dari salah satu siswa SLB-B YPPALB Kota Magelang, Egidia Naila Khansa, 13, yang menyandang tuna rungu.

Winarsih mengaku sangat terharu dengan ketulusan Egidia membasuh kakinya. Ia terus meneteskan air mata, ketika mengingat pertama kali mendengar vonis dokter bahwa putrinya tidak bisa berbicara sejak lahir.

“Saat Egidia kecil, sempat saya bawa dia ke berbagai macam pengobatan, bahkan sampai ke orang pintar. Tapi, hasilnya nihil. Sempat down dan merasa cobaan Allah sangat besar serta tidak adil untuk saya. Namun akhirnya saya sadar kalau ini sudah kehendak Allah SWT. Saya ikhlas dan benar-benar memperhatikannya sampai sekarang,” katanya sambil terus memeluk putrinya.

Dalam kesempatan tersebut, Winarsih meminta kepada para ibu yang mengalami nasib yang sama di seluruh Indonesia agar tidak mudah putus asa dan terus bersemangat. Ia juga berharap agar para orangtua bersabar dan tidak menyia-nyiakan anaknya yang mempunyai kebutuhan khusus. “Perlakukanlah anak kita dengan baik. Saya sendiri sangat bangga pada anak saya dan selalu saya kedepankan. Kasih sayang yang saya berikan tetap sama kepada anak saya yang lain,” tandasnya sembari menyeka airmata.