HUKUMAN : Seorang pengemudi bus pariwisata yang kedapatan tidak menyediakan palu pemecah kaca pada bus mendapat hukuman push up saat operasi angkutan di Terminal Tidar Kota Magelang, Kamis (21/12). (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)
HUKUMAN : Seorang pengemudi bus pariwisata yang kedapatan tidak menyediakan palu pemecah kaca pada bus mendapat hukuman push up saat operasi angkutan di Terminal Tidar Kota Magelang, Kamis (21/12). (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Sebanyak 15 kendaraan angkutan barang dan penumpang terjaring razia angkutan umum yang digelar secara mendadak oleh Dinas Perhubungan dan Satlantas Polres Magelang Kota di Terminal Tidar Kota Magelang, Kamis (21/12). Pasalnya, kendaraan tersebut melanggar izin operasional dan administrasi kelaikan.

Kabid Lalu Lintas dan Perparkiran Dishub Kota Magelang, Chandra Wijatmiko Ady menjelaskan, sebagian besar pelanggaran didominasi oleh pengemudi travel. Sebagian pelanggar memiliki surat KIR yang sudah kedaluwarsa. Bahkan, ada armada salah satu perusahaan travel besar dari Yogyakarta tidak memiliki izin operasional namun tetap nekat beroperasi.

“Bahkan ada juga yang memakai nomor polisi palsu. Ini jelas pelanggaran yang tidak ringan, sehingga polisi juga langsung memberikan tilang di tempat. Sedangkan dari kami juga memberikan surat tilang izin pengoperasian. Salah satu sopir bus pariwisata sempat kami minta push up karena tidak menyediakan alat pemecah kaca mobil sesuai ketentuan,” tegas Chandra.

Razia tersebut menyasar seluruh angkutan umum baik angkutan bus pariwisata, bus antarkota dalam provinsi (AKDP), antarkota antarprovinsi (AKAP), travel, taksi, angkutan umum kota (angkot), dan mikrobus. Sasaran sebenarnya, menurut Chandra, lebih kepada kendaraan dan pengemudi karena melihat tingginya potensi kecelakaan disebabkan dua hal, dari kondisi ketertiban sopir itu sendiri dan kelaikan kendaraan.

Kasi Pengujian Kendaraan Bermotor, Dishub Kota Magelang, Ridho Mustofa menjelaskan, dominasi pelanggaran disebabkan karena para sopir sengaja tidak melengkapi aspek administrasi dan aspek teknis. Padahal hal tersebut menjadi syarat utama operasional angkutan umum penumpang dan barang. “Kita juga memberikan tindakan tegas kepada sopir yang peralatannya kurang sempurna, semisal wiper kaca tidak berfungsi, tidak ada alat pemecah kaca, rem tidak sempurna, dan juga kondisi ban yang sudah tidak layak,” tegas Ridho.

Kanit Turjawali Satlantas Polres Magelang Kota Iptu Sukardiyana mengatakan, seluruh pengemudi yang melanggar langsung diberikan surat tindakan langsung (tilang) di tempat. “Tujuh sopir ditilang petugas kepolisian karena tidak membawa surat lengkap, sedangkan belasan lainnya bermasalah dengan dengan KIR dan izin operasional ditangani Dishub,” kata Sukardiyana. (cr3/ton)