33 C
Semarang
Kamis, 9 Juli 2020

Akrab dengan Pelanggan, Rajin Bersedekah

Benny Setya Wardhana, Fotografer yang Banting Setir Bisnis Ayam Bakar

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM – Dulu Benny Setya Wardhana dikenal sebagai seorang fotografer. Namun sejak setahun terakhir dia banting setir berbisnis kuliner. Ia kini memiliki dua rumah makan ayam bakar. Seperti apa kisahnya?

Niken Prahastiwi

RUMAH makan ayam bakar BMU di bilangan Jalan Kariadi Semarang cukup dikenal. Apalagi bagi para pecinta kuliner yang kerap pesan lewat aplikasi Go-Food. Traffic pemesanan lewat aplikasi di rumah makan sederhana ini cukup tinggi.

Benny Setya Wardhana adalah pemilik rumah makan tersebut. Pria 44 tahun ini mengelola bisnis kuliner ini bersama sang istri Ani Kristuningtyas. Ia mengaku merintis rumah makan itu sejak setahun lalu, tepatnya pada September 2016. Ia memilih nama rumah makannya itu BMU.

“BMU itu singkatan dari Bergizi, Murah dan Uenak. Nama BMU itu sebenarnya nama CV keluarga. Sudah dipakai sejak 1998 saat saya bekerja di selular dan elektronik. Juga saya pakai nama untuk bisnis fotografi,” jelas Benny saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang.

Dia mengakui, sebelum diartikan Bergizi, Murah dan Uenak, banyak orang yang tanya arti BMU. Kalau ditanya begitu, Benny selalu menjawab dengan bercanda. “Dulu kalau ada yang tanya BMU itu kepanjangannya apa? Selalu saya jawab, BMU itu Benny Membutuhkan Uang,” katanya sambil tertawa.

Benny bercerita, ia merintis bisnis ayam bakar berawal dari ketidaksengajaan. Pria kelahiran Sragen ini awalnya hanya coba-coba melayani pesanan ayam bakar dari teman istrinya. Namun rupanya, ayam bakar yang dibuat bersama istrinya banyak yang menyukai. Ia pun terus mendapat pesanan. Sejak itu, teman-temannya mendorong dirinya membuka warung makan. Setelah dipikirkan matang-matang, akhirnya ia nekat membuka rumah makan di Jalan dr Kariadi.

“Saya sebenarnya punya asisten rumah tangga yang pintar memasak. Nah, suatu hari istri saya dapat pesanan ayam bakar. Karena asisten saya itu lagi pulang kampung, akhirnya ayam bakar kami bikin sendiri. Ternyata pemesannya suka. Seminggu kemudian, dia pesan lagi. Dari situ saya dapat dorongan dari teman-teman untuk mendirikan warung. Hingga saya sewa tempat di Jalan dr Kariadi,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Mutmainah Dapat Berkah Dari Program TMMD

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Keberadaan Program TMMD Reguler ke-102 ini ternyata juga banyak manfaat. Bukan hanya warga yang merasakan manfaat kehadiran anggota satgas. Kesempatan ini...

Memburu Kenyamanan Mudik dengan Gerbong Kereta Luks atau Helikopter

Ragam fasilitas yang ramah bagi keluarga serta pendeknya waktu tempuh adalah sebagian alasan pemudik memilih pulang kampung dengan kereta api, mobil premium, atau helikopter. Taufiqurrahman-Agfi...

Hijaukan Sepadan Sungai Merapi

MUNGKID - Ribuan relawan dari berbagai komunitas dan universitas melakukan kegiatan penanaman pohon di daerah sepadan sungai di kawasan Jurang Jero Taman Nasional Gunung...

 Wali Kota Semarang Digugat ke PTUN

SEMARANG-PT Havindo Pakan Optima menggugat Wali Kota Semarang di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang. Wali kota digugat karena menerbitkan Surat Keputusan (SK)...

Mahasiswa Tewas Tertimbun Longsor

UNGARAN – Sebuah talut setinggi lima meter jebol dan menimpa asrama mahasiswa Teologia Sangkakala di Desa Sumogawe di Kecamatan Getasan. Akibat peristiwa tersebut satu...

Jelang Puasa Daya Beli Masyarakat Membaik

SEMARANG – HomeTech ke 33 yang menghadirkan produk-produk elektronik terbaru menjadikan pameran lebih meriah. Bahkan menjelang bulan puasa daya beli masayarakat mulai membaik. Branch Manager...