MERINTIS DARI NOL: Benny Setya Wardhana dan istrinya, Ani Kristuningtyas. (kanan) Rumah makan ayam bakar yang dikelolanya di Jalan dr Kariadi. (DOKUMEN PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MERINTIS DARI NOL: Benny Setya Wardhana dan istrinya, Ani Kristuningtyas. (kanan) Rumah makan ayam bakar yang dikelolanya di Jalan dr Kariadi. (DOKUMEN PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – Dulu Benny Setya Wardhana dikenal sebagai seorang fotografer. Namun sejak setahun terakhir dia banting setir berbisnis kuliner. Ia kini memiliki dua rumah makan ayam bakar. Seperti apa kisahnya?

Niken Prahastiwi

RUMAH makan ayam bakar BMU di bilangan Jalan Kariadi Semarang cukup dikenal. Apalagi bagi para pecinta kuliner yang kerap pesan lewat aplikasi Go-Food. Traffic pemesanan lewat aplikasi di rumah makan sederhana ini cukup tinggi.

Benny Setya Wardhana adalah pemilik rumah makan tersebut. Pria 44 tahun ini mengelola bisnis kuliner ini bersama sang istri Ani Kristuningtyas. Ia mengaku merintis rumah makan itu sejak setahun lalu, tepatnya pada September 2016. Ia memilih nama rumah makannya itu BMU.

“BMU itu singkatan dari Bergizi, Murah dan Uenak. Nama BMU itu sebenarnya nama CV keluarga. Sudah dipakai sejak 1998 saat saya bekerja di selular dan elektronik. Juga saya pakai nama untuk bisnis fotografi,” jelas Benny saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang.

Dia mengakui, sebelum diartikan Bergizi, Murah dan Uenak, banyak orang yang tanya arti BMU. Kalau ditanya begitu, Benny selalu menjawab dengan bercanda. “Dulu kalau ada yang tanya BMU itu kepanjangannya apa? Selalu saya jawab, BMU itu Benny Membutuhkan Uang,” katanya sambil tertawa.

Benny bercerita, ia merintis bisnis ayam bakar berawal dari ketidaksengajaan. Pria kelahiran Sragen ini awalnya hanya coba-coba melayani pesanan ayam bakar dari teman istrinya. Namun rupanya, ayam bakar yang dibuat bersama istrinya banyak yang menyukai. Ia pun terus mendapat pesanan. Sejak itu, teman-temannya mendorong dirinya membuka warung makan. Setelah dipikirkan matang-matang, akhirnya ia nekat membuka rumah makan di Jalan dr Kariadi.

“Saya sebenarnya punya asisten rumah tangga yang pintar memasak. Nah, suatu hari istri saya dapat pesanan ayam bakar. Karena asisten saya itu lagi pulang kampung, akhirnya ayam bakar kami bikin sendiri. Ternyata pemesannya suka. Seminggu kemudian, dia pesan lagi. Dari situ saya dapat dorongan dari teman-teman untuk mendirikan warung. Hingga saya sewa tempat di Jalan dr Kariadi,” jelasnya.