1,5 Tahun Dipekerjakan di Ternak Sarang Walet

635

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Sebanyak 152 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kendal yang dipulangkan dari Malaysia, merupakan TKI legal. Namun karena mendapatkan pekerjaan tidak sesuai janji yang diberikan oleh Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI), oleh Pemerintahan Malaysia dianggap ilegal dan kemudian dideportasi. 152 TKI yang sebagian lulusan SMK tersebut rata-rata berasal dari SMKN 5 Kendal dan SMK PGRI 1 Kendal. Sekitar Mei 2017 lalu, mereka dipulangkan kembali ke tanah air.

Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Semarang, Suparjo, menjelaskan kasus tersebut terjadi pada pertengahan 2016 lalu. Di mana para TKI tersebut diberangkatkan oleh PJTKI PT Sofia Sukses Sejati.

Oleh PT Sofia, 152 alumni SMK dijanjikan ditempatkan pada perusahaan elektronik yang sudah menjalin kerja sama baik dengan PT Sofia Sukses Sejati. Sesampainya di Malaysia, mereka justru menjadi buruh di sebuah peternakan sarang burung walet. PT Sofia Sukses Sejati beralasan jika perusahaan sudah tutup.

Lebih kurang satu tahun, mereka bekerja sebagai buruh peternakan sarang burung walet. Namun keberadaan mereka akhirnya terendus oleh kepolisian Malaysia. Pada April 2016, 152 TKI akhirnya diamankan dan dideportasi.

“Mereka dianggap ilegal karena penempatan yang tidak sesuai. Tapi secara prosedur pemberangkatan TKI mereka ini resmi. Sebab, dokumen yang dilampirkan untuk bekerja di Malaysia juga lengkap,” kata Suparjo kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (22/12).

Suparjo juga menjelaskan seluruh TKI tersebut ditempatkan pada pekerjaan tidak sesuai yang mereka lamar. “Jadi, berbeda antara perjanjian kerja yang telah disepakati kedua belah pihak. Mereka seharusnya ditempatkan di perusahaan A, namun diperkejakan ke tempat yang lain,” terangnya.