FOTO BERSAMA: Kades Reksosari berfoto bersama dengan perangkat desa Reksosari di halaman depan kantor kepala desa
FOTO BERSAMA: Kades Reksosari berfoto bersama dengan perangkat desa Reksosari di halaman depan kantor kepala desa

RADARSEMARANG.COM, SURUH – Di Desa Reksosari terdapat sejumlah tempat pendidikan baik formal maupun informal. Dikatakan Kades Reksosari A.M Tantowi, di desa ini terdapat 3 SD, 3 MI, SMP, MTs, MAN dan 6 pondok pesantren.

Keberadaan tempat pendidikan ini sejalan dengan prioritas kepala Desa Reksosari yang sangat mengutamakan pendidikan bagi warganya. ”Karena, orang itu, baik mengharap dunia maupun akhirat awalnya dari ilmu. Jadi pendidikan menjadi sangat penting dan harus diutamakan,” jelas Tantowi kepada Jawa Pos Radar Semarang.

A M Tantowi (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
A M Tantowi (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

Dirinya melanjutkan, ilmu dinilai penting sebab dengan ilmu, orang bisa mengembangkan dirinya. Untuk itu, dirinya mengupayakan agar tidak ada warga Desa Reksosari yang sampai putus sekolah dengan alasan apapun.”Kami dorong untuk menyelesaikan pendidikan. Kami juga menjalin kerjasama dengan instansi Pemerintahan dan pondok pesatren agar keduanya bisa saling bersinergi,” jelasnya.

Menurut Tantowi, antara ilmu dunia dan ilmu akhirat memang harus berjalan secara bersamaan. Dengan demikian akan tercipta generasi yang berilmu yang tetap bertaqwa kepada Tuhan. Lebih jauh, oleh Pemerintah Desa Reksosari, pendidikan diupayakan untuk bisa merata, termasuk kepada para penyandang disabilitas. Kepada anak-anak yang ada di SLB, diajarkan juga berbagai keterampilan seperti membuat batik ciptrat dan sejumlah produk lainnya. ”Termasuk kepada warga juga, di sini sudah ada yang memproduksi pupuk cair,” tadasnya.

Ke depan, pria yang ingin hidupnya bermanfaat bagi sesama ini ingin Desa Reksosari sebisa mungkin menjadi desa mandiri. Selain melalui pendidikan, Desa mandiri ini juga diuapayakan dengan membangun sistem yang baik dalam jajaran Pemerintahan Desa. ”Kita bangun sistem yang baik. Konsisten dan bisa sinergi antar semua lembaga. Dengan demikian kami berharap desa ini bisa berjalan dengan baik dan bisa mencapai kemandirian yang menjadi tujuan kita itu,” kata dia sembari menambahkan bahwa Reksosari akan melaunching BUMDes ya d tahun 2018 nanti. Sejumlah usaha sudah disiapkan seperti pengelolaan air bersih, pengelolaan sampah, jasa sewa sound system dan beberapa unit usaha lainnya. (sga/bas)