Sehari Bisa Mengisi Suara 4 Tokoh Kartun

Andy Pratomo, Warga Semarang yang Jadi Dubber Film Kartun

474
BERSAMA ANAK-ANAK: Andy Pratomo yang berprofesi sebagai dubber film kartun. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERSAMA ANAK-ANAK: Andy Pratomo yang berprofesi sebagai dubber film kartun. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – Film kartun digemari siapa saja. Tidak hanya anak-anak, tapi juga orang dewasa. Andy Pratomo adalah salah satu sosok pengisi suara di sejumlah film kartun. Seperti apa?

ABDUL MUGHIS

PROFESI sebagai pengisi suara alias dubber di film kartun memang sangat jarang dikenal publik. Kadang film kartun tersebut dikenal oleh publik secara luas, tetapi pengisi suara sosok kartun di film tersebut tak dikenali.

Andy Pratomo, warga Jalan Cakrawala Timur II Semarang Barat, memiliki cerita di balik dubbing film kartun. Ia bersama rekan-rekannya memiliki aktivitas menggarap film kartun dari luar negeri. Terakhir yang digarap adalah film kartun berjudul Robinson Crusoe.

“Awalnya memang bekerja di rumah produksi yang sering menggarap iklan dalam bentuk audio, icommerce, kemudian merambah dubbing film dan project film kartun. Ada yang dalam format Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa,” kata Andy Pratomo kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (21/12).

Ia bersama teman-temannya saat ini mendirikan perusahaan yang bergerak dalam dubbing film dan produksi audio dengan nama Waiwai Studio yang berkantor di Jogjakarta.

Ia berbagi kisah menarik di balik proses dubbing film kartun. “Ya memang menyenangkan. Ada yang satu orang men-dubbing dua karakter. Proses rekaman dilakukan di studio. Dalam satu hari bisa mengisi suara empat tokoh kartun. Pengerjaan tergantung kerumitan dan durasi film. Semakin berdurasi panjang, maka proses pengisian suara membutuhkan waktu lama,” kata pria kelahiran Pati, 30 Juli 1975 ini.

Ia membuat format film Bahasa Jawa karena diputar di televisi lokal di Jogja. Penggarapan dari awal memiliki proses yang cukup panjang. Begitu menerima project, dilakukan pendaftaran dan casting suara. Setelah casting, dilakukan meeting, nonton bareng film yang akan didubbing, reading, rekaman hingga editing.

“Ada proses seleksi sesuai dengan kebutuhan karakter tokoh di film kartun tersebut. Misalnya, lima orang, ada cewek-cowok, dibikin sample suara, kemudian dikirimkan ke klien. Nanti mereka yang memilih, baru kami memulai dubbing,” terangnya.