MOLOR: Para pekerja sedang menyelesaikan pembangunan tempat relokasi pedagang Pasar Yaik Baru di Masjid Agung Jateng. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MOLOR: Para pekerja sedang menyelesaikan pembangunan tempat relokasi pedagang Pasar Yaik Baru di Masjid Agung Jateng. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pembangunan tempat relokasi pedagang Pasar Johar di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang, telah melewati masa kontrak hingga 21 Desember 2017. Namun hingga kemarin belum bisa selesai 100 persen. Pembangunan yang menggunakan anggaran Rp 16,196 miliar lebih ini masih menyisakan pekerjaan finishing.

Pihak kontraktor PT Uno Tanoh Seuramu meminta perpanjangan selama tujuh hari ke depan untuk menyelesaikan pekerjaaan finishing tersebut. Mereka berjanji akan menyelesaikan 100 persen proyek tersebut dalam masa perpanjangan ini, atau sebelum berakhirnya Desember.

“Kendala kami karena cuaca sangat ekstrim, kemarin saja seharian hujan deras, bahkan banyak pekerjaan pengurugan sirtu yang sedang dalam proses pembangunan hancur kena hujan. Untuk pengecoran, kendaraan berat sulit masuk ke lokasi, maka ada proses langsir. Sekarang ini dalam proses finishing, yakni pemasangan paving, dan beberapa pengecoran sedikit. Ada pengecoran beberapa kopel dan lapak,” jelas Staf Manajer PT Uno Tanoh Seuramu, Hendro Krisbiyakto, ditemui Jawa Pos Radar Semarang di lokasi pembangunan kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Kamis (21/12).

Dikatakannya, pembangunan lapak sementara pusat Pasar Johar MAJT ini dikerjakan mulai 8 September dan ditarget selesai 21 Desember.

“Setiap dua bangunan beratap itu disebut satu kopel. Totalnya ada 16 kopel dan 32 lapak. Semua kopel ini nanti bisa memuat kurang lebih 2.400-an pedagang. Kios-kios nanti dibagi oleh Dinas Perdagangan,” katanya.

Selama 1 bulan terakhir, lanjutnya, pihaknya telah berusaha mengejar target dengan menambah jumlah pekerja hingga 185 pekerja sipil.