33 C
Semarang
Selasa, 27 Oktober 2020

Jugun Ianfu Termuda Meninggal Dunia

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Elizabeth Sri Sukanti, 84, eks jugun ianfu paling muda pada masanya, meninggal dunia Rabu (20/12) malam. Jenazah telah dimakamkan di Pemakaman Umum Kelurahan Gendongan, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga.

Sri Sukanti nasibnya kembali mengemuka kala Staf Kedeputian V Kantor Staf Presiden Munajat menengoknya usai mengikuti acara di IAIN beberapa bulan lalu. Kala itu saat ditengok, kondisi Sri Sukanti memprihatinkan karena terbaring di rumah dalam kondisi sakit dan dibawa ke RSUD untuk mendapatkan perawatan medis.

Suami Sri Sukanti, Sidik Tonys, 74, menuturkan, sejak 4 bulan yang lalu, istrinya mengalami sakit parah. Tidak bisa berbicara, tidak bisa melihat. Bahkan ia hanya makan garam yang ditaruh di sendok terus dikasih susu. Kalau mau minta minta makan, hanya minum susu dengan cara disuapi.

Sidik mengaku, sebelum Sri Sukanti meninggal, sekitar empat hari lalu didatangi orang dari Korea Selatan. Kedatangan orang Korea Selatan tersebut bermaksud mencari tahu cerita Sri Sukanti dan menyampaikan keinginannya akan membuat film dokumenter.

Sementara itu, Munajat yang mendapatkan kabar meninggalnya Sri Sukani dari koran ini terkejut. Ia kebetulan sedang dalam perjalanan pulang ke Salatiga.

Ia mengatakan, Sri Sukanti dulu merupakan jugun ianfu atau perempuan yang dipaksa melayani tentara Jepang pada masa Perang Dunia II. “Berdasarkan dokumen dari aktivis, Mbah Sri ini merupakan jufun ianfu termuda se-Asia Tenggara. Pada masa penjajahan Jepang 1942-1945, saat itu usia Mbah Sri baru 9 tahun,” kata Munajat usai melayat di rumah duka Jalan Umbulrejo, Kelurahan Gendongan, Kecamatan Tingkir.

Munajat mengaku mendapatkan data tentang Sri Sukanti dari teman-teman aktivis. Bahkan sebelum Sri Sukanti meninggal, ia telah beberapa kali berkunjung di rumah sederhana tersebut. Kendati demikian, ia pun tidak bisa memperoleh informasi banyak dari Sri Sukanti karena faktor usia.

“Para jufun ianfu itu, pada masanya diambil secara paksa oleh tentara Jepang. Setelah kembali ke masyarakat, mereka ini masih menanggung beban,” ujar Munajat. (sas/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....