Harapkan Jangkauan Pasar Lebih Luas

Desa Dersansari, Kecamatan Suruh

367
PROSES PRODUKSI: Hadi Sutarjo, 62, sedang memproses tahu. Tahu hasil produksinya biasanya dipasarkan di Pasar Suruh
PROSES PRODUKSI: Hadi Sutarjo, 62, sedang memproses tahu. Tahu hasil produksinya biasanya dipasarkan di Pasar Suruh

RADARSEMARANG.COM, SURUH – Desa Dersansari kecamatan Suruh terdapat sejumlah usaha pembuatan berbagai macam tahu. Mulai dari tahu putih, tahu kulit, tahu pong dan sejumlah tahu lainnya.

Sekretaris Desa Dersansari, Janati Tri Wahyuni mengatakan, sedikitnya ada 11 pabrik tahu yang aktif berproduksi setiap harinya. Selain ke pasar Suruh, tahu-tahu hasil produksi juga dijual ke beberapa wilayah sekitar kabupaten Semarang seperti Boyolali dan juga Salatiga. “Di sini pabriknya kecil-kecil, tapi banyak,” jelas Sekdes Dersansari kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Janati Tri Wahyuni (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
Janati Tri Wahyuni (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

Tahu-tahu di Desa Dersansari ini, dikatakan Janati, dibuat tanpa menggunakan bahan pengawet. Sehingga hasil tahu di sini memang tidak dapat disimpan dalam waktu yang lama.”Kalau untuk rasanya kan memang tergantung masing-masing orang. Yang pasti, karena tahunya dibuat tanpa menggunakan pengawet tahu di sini nenyehatkan,” jelasnya.

Para pengusaha tahu ini, lanjutnya, oleh pemerintah Desa juga diikutkan pada koperasi untuk mendorong kelancaran usaha mereka. Selain itu, Pemerintah Desa juga sudah memberikan sejumlah pelatihan UMKM kepada para pengusaha agar usaha mereka kian berkembang.”Untuk limbahnya juga kami perhatikan. Sehingga usahanya bisa jalan tanpa mencemari lingkungan dan mengganggu sekitar,” kata dia.

Ditambahkan oleh Puji Astuti, Kadus Kalegen Desa Dersansari, usaha ini memang akan terus didorong untuk dapat berkembang. Sebab, keberadaan usaha ini telah memberikan dampak positif kepada warga masyarakat yakni dengan adanya penyerapan tenaga kerja.

“Hampir semua warga di Dusun Dersan Kulon, di Dusun yang banyak pabrik tahu ini, tidak ada yang menganggur, karena pabrik ini membutuhkan banyak tenaga. Untuk menggiling dan sebagainya. Memang masih menggunakan sekam dan serbuk gergaji. Karena masih mudah juga untuk mendapatkannya,” imbuhnya.

Pemerintah Desa Dersansari berharap agar usaha-usaha ini ke depan dapat semakin berkembang menjadi skala yang lebih besar. Dengan demikian, produk tahu Dersansari bisa memiliki pasar yang besar. Selain itu juga akan membawa dampak yang lebih besar pula terhadap warga sekitar. “Kendalanya hanya kita susah mendapatkan dele lokal. Kalau impor malah mudah,” kata dia.

Ditanya mengenai rencana untuk mengembangkan usaha tahu ke semua Dusun di Desa Dersansari, Puji menjawab bahwa di Desa ini terdapat 4 Dusun dengan unggulan masing-masing. Untuk tahu, memang menjadi unggulan Dusun Dersan Kulon dan Dersan Wetan. Sementara di Dusun Kalegen Lor dan Kalegen Kidul memiliki unggulan berupa beras. “Jadi kita maksimalkan potensi yang ada di tiap-tiap Dusun saja,” jelas Puji Astuti.

Satu dari sekian pembuat tahu di Desa Dersansari Hadi Sutarjo, 62, mengatakan bahwa usaha tahu di Desa ini memang sudah berlangsung sejak lama. Dirinya mengatakan bahwa tahu-tahu yang ia produksi biasanya dijual ke pasar Suruh. (sga/bas)