ASPIRASI: Kades Mojosari Tolchah Mahsun menyampaikan saran kepada pemerintah agar menerbitkan regulasi perpusdes. (IST)
ASPIRASI: Kades Mojosari Tolchah Mahsun menyampaikan saran kepada pemerintah agar menerbitkan regulasi perpusdes. (IST)

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO – Masih sedikitnya perpustakaan desa (Perpusdes) di Kabupaten Wonosobo disinyalir menjadi salah satu penyebab rendahnya budaya literasi masyarakat. Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten selayaknya mengambil langkah, untuk menumbuhkan Perpusdes agar setidaknya setiap desa memiliki satu perpusdes. Tuntutan terhadap perlunya regulasi yang mengatur kewajiban desa untuk mendirikan perpusdes tersebut mengemuka dalam forum stakeholder meeting (SHM) yang digelar Dinas Arsip Dan Perpustakaan Daerah di Pendopo Kabupaten, Kamis (21/12).

Kepala Desa Mojosari Kecamatan Mojotengah Tolchah Mahsun mengatakan, keberadaan perpustakaan desa di Kabupaten Wonosobo saat ini belum melebihi 10 persen dari jumlah desa yang ada. “Kami di Mojosari sendiri berusaha untuk sekuat tenaga menyediakan fasilitas baca berupa perpustakaan desa agar warga masyarakat tertarik untuk meningkatkan minat baca mereka, bukan untuk sekadar mendapatkan bantuan dari manapun,” terang Mahsun.

Hal tersebut, menurutnya, bisa dilakukan oleh desa-desa lain mengingat anggaran desa sudah cukup besar. Paradigma lama yang lebih banyak mengarahkan anggaran belanja desa untuk membangun fasilitas infrastruktur seyogyanya dilengkapi pula dengan upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusianya.

Selaras dengan keinginan Mahsun, sebelumnya Wakil Bupati Wonosobo Agus Subagiyo juga meminta agar budaya literasi di masyarakat terus ditingkatkan. Pemerintah Kabupaten mendukung sepenuhnya langkah-langkah untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas sebagai hasil dari meningkatnya minat baca dan tulis masyarakat. “Mari kita jadikan perpustakaan sebagai sarana pembelajaran luar sekolah yang mampu mendorong kemajuan pola pikir warga masyarakat, sehingga dari perpustakaan akan ada banyak ide positif lahir dan mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka,” jelas Agus. (ali/ton)