BPPD Jateng Torehkan PAD Melebihi Target

557
UPPD BERPRESTASI: Kepala BPPD Jawa Tengah, Ihwan Sudrajat, saat memberikan penghargaan kepada Unit Pelayanan Pajak Daerah (UPPD) yang berprestasi. (ZAINAL ABIDIN/JAWA POS RADAR KUDUS)
UPPD BERPRESTASI: Kepala BPPD Jawa Tengah, Ihwan Sudrajat, saat memberikan penghargaan kepada Unit Pelayanan Pajak Daerah (UPPD) yang berprestasi. (ZAINAL ABIDIN/JAWA POS RADAR KUDUS)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG Badan Pengelola Pendapatan Daerah (BPPD) Provinsi Jawa Tengah berhasil menorehkan perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melebihi target, yakni 102,58 persen atau Rp 10,485 triliun terhitung sampai Kamis (21/12). Pendapatan itu diproyeksi akan surplus mencapai sekitar Rp 300 miliar hingga akhir tahun ini.

PAD yang dikelola BPPD Provinsi Jawa Tengah, yakni Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB), Pajak Air Permukaan (PAP), Pajak Rokok, Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah (RPKD), dan Retribusi Tempat Pelelangan Hasil Hutan (RTPHH).

Kepala BPPD Jawa Tengah, Ihwan Sudrajat, menjelaskan, khusus PKB tahun ini ditargetkan Rp 3,7 triliun. Sampai kemarin sudah mencapai 101,23 persen atau Rp 3,745 triliun. Sementara pajak rokok, sampai kemarin telah terlampaui sebesar Rp 2,03 triliun dari target 2017 sebesar Rp 1,95 triliun. Selain pajak rokok, PBBKB juga terlampaui mencapai Rp 1,653 triliun dari target 1,586 triliun atau mencapai 104,21 persen.

”Walaupun secara keseluruhan PAD telah melebihi target, teman-teman di BPPD tetap tancap gas. Estimasi kami, sampai akhir tahun, PAD surplus lumayan. Kami yakin surplus itu bisa menutup devisit di 2018,” tegasnya.

Selain diharapakan bisa menutup devisit di 2018, juga menambah bagi hasil untuk kabupaten/kota di Jawa Tengah. ”Saya sangat berterimakasih kepada kabupaten/kota yang sudah membantu kami. Mulai dari mobil samsat keliling dan tenaga penagihan melalui kecamatan, kelurahan ataupun desa. Selain itu kabupaten/kota juga membantu sosialisasi di jalan-jalan protokol,” ungkapnya.

Kabupaten/kota yang membantu BPPD dalam sosialisasi membayar pajak, lanjut Ihwan, mengartikan bahwa pemerintah kabupaten/kota menyadari keberadaan UPPD di kabupaten ataupun kota. Rata-rata kabupaten/kota sekarang ini sudah sangat welcome.

”Setelah kami teliti, ternyata beberapa kabupaten atau kota PAD-nya itu hampir sama dengan bagi hasil dengan PAD Provinsi Jawa Tengah. Bahkan beberapa bagi hasilnya dengan kita lebih tinggi dibandingkan PAD kabupaten setempat,” tandasnya.

Ihwan juga mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang sudah menyumbang tiga unit mobil Samsat Keliling. Selain itu, Wali Kota Semarang mendorong semua kecamatan untuk membantu. ”Ini contoh yang sangat baik. Sekarang ini kami kami dibantu semua pemerintah kabupaten/kota di seluruh Jateng,” katanya. (zen/aro)