Berhasil Wujudkan Mandat Rakyat Menjadi Khodimul Ummah

Kaleidoskop 2017 Kabupaten Pekalongan, Masa Kepemimpinan Bupati Asip Kholbihi dan Wakil Bupati Arini Harimurti

364
KERJASAMA PERTANIAN : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, melakukan penandatanganan Letter of Intent Pengembangan Teknologi Pertanian dengan pimpinan Kantor Pusat 4-H Provinsi Chungnam Republik Korea. (ISTIMEWA)
KERJASAMA PERTANIAN : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, melakukan penandatanganan Letter of Intent Pengembangan Teknologi Pertanian dengan pimpinan Kantor Pusat 4-H Provinsi Chungnam Republik Korea. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM – KEPEMIMPINAN Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi dan Wakil Bupati Pekalongan, Arini Harimurti selama tahun 2017, telah melahirkan banyak ide dan gagasan yang menarik untuk dicatat dan dipublikasikan. Paling fenomenal, gagasan besar paradigmatik Bupati Asip Kholbihi adalah inisiatif progresif mewujudkan mandat rakyat menjadi Khodimul Ummah.

Gagasan tersebut telah direalisasikan melalui program kerja yang manfaatnya telah dirasakan masyarakat luas Kabupaten Pekalongan, yakni Abang Rudi (Ayo Bangun Rumah Sendiri), The Beauty of Pekalongan Regency, Petungkriyono Cutural Techno Foresty Park yang oleh Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo disebut sebagai National Nature Heritage. Kemudian, Kartu Cerdas Kajen, Kartu Kajen Sehat, mobilisasi ASN berwisata bersama atau mass tourism, Berjumpa (Bersih Jumat Pagi), Salat Dzuhur Berjamaah di Masjid Pemkab Pekalongan, Mengaji Ba’da Maghrib, membebaskan Pajak Bumi dan Bangunan Warga Miskin.

Bangun Great Land Wall Rp 496 Miliar

Paling luar biasa adalah penanganan bencana banjir rob di Desa Mulyorejo, Desa Tegaldowo dan Desa Karangjompo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan pada Mei 2017 lalu atau satu bulan sebelum perayaan Idul Fitri 1438 H. Dengan anggaran Rp 2,4 miliar yang berasal dari APBD Kabupaten Pekalongan 2017, mampu menangani banjir rob dengan baik. Melalui pembangunan Tanggul Besar Gotong Royong (Great Land Wall) di Desa Mulyorejo sepanjang 860 meter dengan lebar 6 meter dan tinggi 9 meter.

Kini ketiga desa tersebut, tidak lagi mengalami musibah banjir, meski sebelumnya selama 12 tahun tergenang banjir rob. Karena itulah, Gubernur Ganjar Pranowo dan tim peneliti dari Rotterdam Univercity Belanda, mengapresiasi penanganan rob tersebut.

Pada 14 Desember 2017 kemarin, proyek penanggulangan bencana banjir dan rob berupa pembangunan tanggul raksasa senilai Rp 496 miliar di Kabupaten Pekalongan, resmi dimulai. Pembangunan proyek tersebut, ditandai dengan penandatangan kontrak kerja sama antara Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Diretorat Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air (SDA) Kementrian Pekerjaan Umum RI dan kontraktor, di lokasi bencana banjir rob, yakni Desa Jeruksari,

Jalan Petungkriyono Kian Mulus

Petungkriyono Cultural Techno Forestry Park, yang semula jalannya rusak dan gelap, kini sudah mulus. Sejak akhir 2017, jalan sepanjang 30 kilometer menuju objek wisata alam Petungkriyono, sudah mulus dan dipasang Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU).

Dengan demikian, suasana Petungkriyono di malam hari tetap terang benderang. Kini, lebih dari 10 ribu pengunjung datang ke Petungkriyono Cultural Techno Forestry Park, dan Rp 5 miliar uang yang beredar di Petungkriyono setiap bulannya.