MENGGENANGI KAMPUNG : Banjir yang menggenangi Kecamatan Kota Kendal juga membawa dampak ke sekolah-sekolah. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENGGENANGI KAMPUNG : Banjir yang menggenangi Kecamatan Kota Kendal juga membawa dampak ke sekolah-sekolah. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KENDAL — Hujan lebat dua hari berturut-turut mengakibatkan sungai di Kendal meluap, membanjiri permukiman warga. Sebanyak delapan desa, terdampak luapan sungai Kali Kendal.

Penyebabnya, karena kondisi sungai dangkal lantaran sedimentasi tinggi. Luapan sungai menggenangi jalan dan permukiman warga setinggi 50 sentimeter. “Banjir seperti ini sudah rutin di sekitar bantaran sungai Kali Kendal,” kata Miftahul Amin warga Ngilir.

Setidaknya ada delapan kelurahan terdampak banjir yang terjadi akibat debit Sungai Kendal. Yakni Kelurahan Trompo, Sijeruk, Langenharjo, Kebondalem, Pegulon, Patukangan, Pekauman dan Ngilir di Kecamatan Kota Kendal. “Sudah langganan, jadi warga di sini tidak terlalu khawatir,” katanya.

Menurutnya, air luapan sungai mulai masuk ke permukiman dan rumah warga Kamis dinihari (21/12) kemarin. Warga mulai menyelamatkan barang-barang berharga terutama barang elektronik yang berada di bawah. “Barang-barang dinaikkan ke loteng dan lemari,” tandasnya.

Hal senada dikatakan Mustagfirin warga Gang Jujur Kelurahan Pekauman. Menurutnya, sejak November lalu sudah empat kali banjir. November tiga kali banjir dan Desember ini baru pertama. “Air mulai masuk habis subuh dan terus meninggi,” tambahnya.

Meski ketinggian air mencapai 50 sentimeter, namun warga tetap bertahan di rumah. Mereka hanya membendung rumah dengan karung ataupun kayu agar air tidak terlalu banyak masuk rumah. “Sudah menjadi langganan, makanya warga tidak mengungsi dan tetap beraktivitas,” tambahnya.

Banjir akibat luapan Sungai Kendal ini biasanya surut jika bendungan Trompo debit airnya surut. BPBD Kendal masih mendata jumlah kerugian akibat banjir dan terus memantau wilayah selatan Kendal. (bud/ida)