GENJOT PERTUMBUHAN EKONOMI : Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, saat beramah tamah dengan pelaku UMKM di Aula Setda Pekalongan, Kajen, kemarin. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)
GENJOT PERTUMBUHAN EKONOMI : Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, saat beramah tamah dengan pelaku UMKM di Aula Setda Pekalongan, Kajen, kemarin. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Pemkab Pekalongan terus berupaya menekan angka pengangguran. Salah satunya melalui pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Berkembangnya UMKM akan diikuti dengan penyerapan tenaga kerja. Di Kabupaten Pekalongan ada sekitar 40 ribu UMKM yang tersebar di 19 kecamatan. Dengan jumlah tenaga kerja 150 ribu orang.

Menurutnya secara kualitatif UMKM di Kabupaten Pekalongan terus berkembang, untuk itu perlu adanya pembinaan dan pelatihan secara kerkelajutan. Agar para UMKM dapat bersaing dan dapat memanfaatkan momentum perubahan life style (gaya hidup) masyarakat.

“Pelatihan Micro Business Simulation, agar dapat diterapkan dalam dunia bisnis yang nyata, bukan hanya teori belakang yang sulit dipaham,” ungkap bupati.

Bupati berharap pihak perbankan, dapat melakukan simulasi bisnis, berkaitan dengan bagaimana mengangkat micro business ke permukaan. Sehingga ada peningkatan usaha pada masing-masing UMKM.

Dengan adanya peningkatan usaha UMKM, maka akan berdampak pada kesejahteraan dan menjadi pemantik bagi pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Pekalongan.

“Di tingkat regional ini pertumbuhan ekonomi kita masih kalah dengan daerah lain seperti Kabupaten Batang, Kabupaten Pemalang, Kota Pekalongan, apalagi kalau dibandingkan dengan Brebes dan Tegal. Pertumbuhan ekonomi kita pada tahun 2017 adalah 5,16. Rata-rata dari kawan-kawan kita ini ada yang 6 sampai 7,” kata bupati.

Asip menambahkan, meskipun pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Pekaongan masih rendah, namun masih di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Tetapi di kawasan regional harus dijaga secara terus menerus dan harus ditingkatkan. Sehingga berdampak bagi penguatan ekonomi rakyat yang endingnya untuk kesejahteraan masyarakat.

Upaya peningkatan UMKM harus terus dilakukan, bukan hanya pada sebatas pelatihan atau stimulasi setahun sekali atau hanya pada momen tertentu.

“Tapi upaya ini tidak harus berhenti pada simulasi saja, tetapi saya minta perbankan yang yang ada di Kabopaten Pekalongan untuk mengawal, pada tataran implementasi, hingga UMKM ini bisa terus berkembang,” tegas bupati. (thd/zal)