Pemprov Minim Perhatian Lingkungan

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Indeks kualitas lingkungan hidup di Jawa Tengah, sesuai data Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan tren penurunan. Hal tersebut diungkapkan anggota DPR RI, Abdul Fikri Faqih.

Indeks yang menggunakan indikator kualitas air sungai, kualitas udara dan tutupan hutan ini menempatkan Jateng, pada tahun 2009 di urutan ke 20, tahun 2010 urutan ke 25 dan tahun 2011 di urutan ke 28 dari 34 provinsi di Indonesia. “Ini harus disikapi dan menjadi perhatian serius,” katanya.

Ia menambahkan, bahwa kondisi tersebut diperparah dengan program pembangunan yang cenderung dianggap mengabaikan aspek perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Sehingga Jateng termasuk provinsi yang rawan banjir, tanah longsor, kekeringan dan bencana lingkungan lainnya.

“Bencana tersebut, terjadi akibat dari terlampauinya daya dukung dan daya tampung lingkungan,” ujar Wakil Ketua Komisi X, itu.

Dalam kurun waktu 2002 – 2012 Jateng hanya mengalokasikan rata-rata 0.34 persen dari APBD per tahun. Jika dibandingkan dengan anggaran lingkungan negara ini tentu sangat kecil karena rerata anggaran lingkungan nasional adalah 1 persen dari APBN.

UU No 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup pasal 45 mewajibkan pemerintah mengalokasikan anggaran yang memadai untuk program pembangunan yang berwawasan lingkungan. “Tapi mengapa UU ini tidak mendapatkan perhatian serius di Jateng?,” ujarnya.

Menurutnya, Pemprov Jateng harus fokus terhadap pengelolaan lingkungan hidup. Diawali dari proses penyusunan anggaran berbasis lingkungan yang dikawal lewat musrenbang di jalur eksekutif dan lewat masa reses di jalur legislatif. Selain itu harus melibatkan secara aktif pemeran serta resmi yang ada di DPRD. Perlu ada terobosan baru yang disebut Comprehensive, Focused and Participatory Budgeting Process (CFPBP).

“Jika selama ini proses penyerapan aspirasi cenderung formalitas, sekarang harus didukung dengan regulasi yang jelas berupa Perda ataupun Pergub yang mengatur secara mandatory pelibatan mereka (pemerhati lingkungan) untuk secara aktif mengawal setiap anggaran di setiap SKPD sesuai dengan aspirasi yang berkembang berasal dari masyarakat,”

Dengan konsep tersebut, usulan untuk menyempurnakan proses pembicaraan pendahuluan dilakukan sebelum menyusun RAPBD dilengkapi dengan proses penelusuran lewat dokumen pernyataan anggaran lingkungan hidup yang mendampingi RKA-SKPD. Hal itu, kata Fikri bisa menyelamatkan Jateng dari bencana lingkungan. “Model inilah yang dipercaya bisa menyelamatkan Jateng dari bencana lingkungan dengan menerapkan kebijakan anggaran yang berbasis lingkungan,” tandasnya. Kemarin (20/12), Abdul Fikri Faqih mendapatkan gelar Doktor Ilmu Lingkungan Undip Semarang dengan disertasinya membahas soal penyelamatan lingkungan melalui anggaran. (fth/hid/zal)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -