Kenali dan Waspada Bahaya Leptospirosis

467

RADARSEMARANG.COM, MUSIM hujan telah tiba, mengartikan terdapat air dimana-mana, yang diakibatkan oleh meluapnya got/saluran air/sungai/kali yang menggenangi jalan, halaman bahkan memasuki rumah warga masyarakat. Setiap akhir tahun atau awal tahun dimana curah hujan di Indonesia cukup tinggi, maka perlu mewaspadai dampak – dampak yang ditimbulkan antara lain banjir dan gangguan kesehatan.

Berbagai macam gangguan kesehatan yang dapat menyerang pada musim penghujan salah satunya adalah penyakit Leptospirosis, yang banyak dibicarakan dan masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia terutama di daerah rawan banjir. Untuk itu kenali dan waspadai Leptospirosis. Infeksi bakteri Leptospira dapat menyebabkan gejala penyakit dari yang ringan seperti flu biasa sampai penyakit yang berat seperti penyakit kuning, perdarahan paru-paru, sampai gagal ginjal yang membahayakan jiwa. Penyakit ini dapat menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani secara serius.

Leptospirosis merupakan salah satu penyakit infeksi akut berbahaya yang disebabkan oleh bakteri berbentuk spiral dari genus leptospira yang patogen. Leptospira merupakan penyakit zoonosis (penyakit bersumber binatang dan dapat ditularkan kepada manusia). Penularan Leptospirosis pada manusia terjadi secara kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi Leptospira atau secara tidak langsung melalui genangan air yang terkontaminasi urin yang terinfeksi Lepstospira. Bakteri ini tahan dalam air bersifat basa sampai 6 (enam) bulan dan masuk ke dalam tubuh melalui, kulit yang terluka membran mukosa mulut, mata, dan hidung ketika berenang/berada didalam air yang tercemar. Leptospirosis juga dikenal dengan nama flood fever (demam banjir) karena memang muncul dikarenakan banjir. Leptospirosis merupakan penyakit yang tersebar luas di dunia, terutama di area tropis dan subtropis yang memiliki curah hujan tinggi.

Penularan dari hewan ke manusia pada umumnya merupakan akibat kecelakaan kerja, misalnyaterjadi pada orang yang merawat hewan atau menangani organ tubuh hewan (pekerja potong hewan) atau seseorang yang tertular dari hewan peliharaan. Leptospirosis pada umumnya terjadi ketika musim banjir namun dapat pula terjadi ketika musim kemarau karena sumber air sama dipakai oleh manusia dan hewan.