Kembangkan Desa Wisata Menari

Desa Ngrawan, Kecamatan Getasan

807
DESA WISATA : Pengunjung desa wisata menari disuguhi dengan berbagai kearifan lokal desa setempat. (ISTIMEWA)
DESA WISATA : Pengunjung desa wisata menari disuguhi dengan berbagai kearifan lokal desa setempat. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM, GETASAN – Desa menari, merupakan salah satu desa wisata yang cukup terkenal di Kabupaten Semarang. Desa wisata yang terletak di Dusun Tanon, Desa Ngrawan Kecamatan Getasan ini sudah dikunjungi oleh berbagai wisatawan baik lokal maupun mancanegara, seperti Singapura, Filipina, dan Jerman. Di Desa wisata menari ini para pengunjung diberikan suguhan berupa kearifan lokal masyarakat setempat, mulai dari kesenian yang dimiliki, kebudayaan, termasuk keseharian masyarakat.

Trisno, penggagas Desa menari mengatakan bahwa ide membuat Desa wisata ini adalah karena memang dusun Tanon memiliki potensi yang  dapat digali menjadi Desa wisata. Kecintaan pada tempat kelahiran membuat pria yang akrab disapa kang Tris ini memanfaatkan apa yang dimiliki oleh desa.

“Kita punyanya kearifan lokal, ya ini yang kita manfaatkan. Sebagian besar masyarkat adalah petani dan peternak, sehingga pengunjung yang kesini kami kenalkan dengan kegiatan ini secara langsung,” jelas kang Tris kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Kang Tris mengatakan, semua dusun di Desa Ngrawan sebenarnya memiliki potensi yang bisa dikembangkan, namun dirinya memulai dari dusun yang siap, yakni dusun Tanon. “Potensinya merata, cuman diawali dari masyarakat yang siap,” kata dia.

Selain aktivitas masyarakat desa setempat, di Desa wisata ini para pegunjung juga bisa menikmati suguhan pagelaran kesenian rakyat dan juga permainan tradisional tempo dulu. Tidak hanya menyaksikan, merka juga dapat secara langsung turut memainkan. “Semua ini dikemas menjadi paket wisata. Kemudian di Desa Ngrawan juga ada prasasti yang juga kami masukkan ke dalam paket ini,” jelasnya.

Desa wisata yang sudah dirintis sejak 2012 lalu ini dinilai telah memberikan dampak positif bagi masyarkat. DIperkirakan kang Tris,pendapatan masyarakat mengalami peningkatan sebesar 15 persen. Tren positif ini akan terus ditingkatan untuk membuat anak mua Desa tidak pergi ke luar mencari pekerjaan.”Kami ingin di desa ini memiliki ladang pekerjaa untuk anak-anak muda Desa sini. Sehingga mereka tidak perlu pergi ke luar untuk mencari pekerjaan,” harap kang Tris.

Setali tiga uang, Kepala Desa Ngrawan, Lungguh Wahono juga terus mendorong upaya untuk mengembangkan potensi yang ada di tiap dusun desa Ngrawan. Dirinya mengatakan, Pemerintah Desa telah melakukan betonisasi jalan yang akan dilanjutkan dengan pembangunan talut untuk mendukung upaya membuat desa Ngrawan lebih mandiri.

“Karena perubahannya memang terasa. Sekarang hasil pertanian bisa langsung dijual kepada wisatawan yang ke sini dari yang dulunya kita harus membawanya ke pasar dengan harga yang kadang tidak sesuai harapan,” kata Lungguh kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Lebih lanjut, Lungguh ingin mengembangkan lagi yakni para pengunjung dapat memetik sendiri sayuran yang mereka inginkan. “Kami pengennya terus berkembang. Mulai dari Dusun Tanon kemudian berkembang dan menular ke dusun lain, sehingga Desa Ngrawan semakin mandiri,” tegasnya. (sga/bas)