Irjen Pol Condro Kirono (DOKUMEN JAWA POS RADAR SEMARANG)
Irjen Pol Condro Kirono (DOKUMEN JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Jelang libur panjang natal dan tahun baru, Polda Jateng menginstruksikan kepada pengusaha kendaraan berat untuk tidak beroperasi sementara di jalan tol dan jalur Pantura. Sesuai rencana, larangan ini akan diberlakukan selama empat hari secara terpisah.

“Kalau yang sudah disetujui dengan instansi terkait adalah tanggal 22 dan 23 Desember 2017,” ungkap Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono, kemarin.

Sedangkan dua hari lainnya, rencananya pada 29 dan 30 Desember 2017. “Tapi dua hari yang ini belum fix, rencana kami masih meminta untuk digeser pada tanggal 30 dan 31,” bebernya.

Menurut Condro, pergeseran itu dilakukan karena pada 29 dan 30 Desember bukan menjadi puncak kepadatan arus lalulintas.  “Kami juga masih meminta larangan angkutan berat ini tidak hanya di jalan tol, namun juga di jalan Pantura,” tambahnya.

Pihaknya memprediksi, pintu keluar tol Brebes Timur (Brexit) pada tanggal tersebut akan terjadi puncak kepadatan. Sebab, exit tol Gringsing belum bisa digunakan hingga akhir tahun ini. “Jika nanti terjadi kepadatan di Brexit, akan kami lihat arah arusnya dan dibuat lajurnya tiga banding satu. Kalau masih padat lagi, keluarnya diarahkan ke Pejagan,” jelasnya.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jateng, Kombes Pol Bakharuddin, mengatakan, berkaca dari pengalaman pada libur Natal dan Tahun Baru sebelumnya, kepadatan kendaraan dikarenakan banyak warga yang memanfaatkan hari-hari tersebut sebagai liburan. Apalagi bertepatan dengan libur panjang sekolah. Karena itu, anggotanya akan siaga memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Arus lalulintas nanti mayoritas yang memadati jalan raya adalah warga yang berlibur,” katanya.

Terkait hal ini, Bakharuddin juga telah memberikan rekomendasi kepada stakeholder terkait untuk menghentikan sementara pekerjaan perbaikan jalan yang rusak pada jalur Pantura maupun jalur objek wisata.