Belum Ditempati Pasar Sudah Bocor

830
SEBELUM MENEMPATI : Pemkab Batang mengajak pedagang Khataman Alquran sebagai bentuk doa dan upaya agar jualan lancar dan laris. Ngaji bareng tersebut dilakukan sebelum menempati bangunan pasar baru. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
SEBELUM MENEMPATI : Pemkab Batang mengajak pedagang Khataman Alquran sebagai bentuk doa dan upaya agar jualan lancar dan laris. Ngaji bareng tersebut dilakukan sebelum menempati bangunan pasar baru. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Pembangunan Pasar Baru Batang, telah rampung. Sebelum ditempati pedagang, Bupati Wihaji, melakukan pengecekan langsung di lapangan. Namun bupati dikejutkan dengan kondisi pasar yang menghabiskan dana Rp 70 miliar tersebut, ternyata masih bocor.

Kondisi tersebut diketahui bupati secara langsung. Ketika perjalanan meninjau lokasi pasar, ia beberapa kali terkena tetesan air yang jatuh dari atap pasar.

“Sebelum pasar ditempati pedagang kami minta (yang bocor) segera diperbaiki. Sehingga pedagang maupun pembeli nyaman bertransaksi,” ucap Wihaji saat datang di acara syukuran Pasar Baru Batang, Rabu (20/12).

Saat berkeliling, bupati juga sempat melihat masih banyak beberapa lokasi yang rusak akibat bocor. Terutama di lantai bawah. Bahkan ada dinding yang menjamur dan titik genangan di lantai dasar.

Selain permasalahan bangunan, pedagang juga sempat mengeluh luas lapaknya yang tidak sesuai dengan semula. Namun bupati mengklaim masalah tersebut sudah clear. Pedagang sudah ikhlas.

“Pedagang sudah ikhlas di awal walaupun ukuranya tidak sesuai seperti yang dulu. Saya minta, jika ada permasalahan segera laporkan ke saya, nanti kita carikan solusi,” tandas Wihaji.

Sementara itu, Utin pedagang  makanan lantai 2 sebelah selatan, mengatakan di kios seluas 1,5  x 2 meter belum ada pembuangan airnya. Padahal kalau warung harus ada pembuangan airnya. Biar mudah mencuci peralatan dagang.

“Saya bingung mau mengadu kepada siapa, padahal saluran pembuangan air penting sekali bagi pedagang makanan seperti kami,” ujarnya.

Sementara Anis pedagang alat rumah tangga di lantai 1 merasa sangat puas terhadap kerja Pemkab Batang dalam proses pembangunan Pasar Batang. Meskipun ukuran kiosnya tidak seluas seperti awal ketika belum pindah.

“Awalnya ukuran total 36 meter persegi, sekarang dapat 30 meter persegi. Semua pedagang memang berkurang semua karena sudah dipetak-petak terlebih dahulu,” katanya. Ia merasa optimis pasar Baru Batang akan ramai seperti dulu. (han/zal)