Serapan Anggaran 3 Pemda Rendah

492
DIPA: Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito menyerahkan secara simbolis DIPA tahun anggaran 2018 dari Kementerian Keuangan pada sejumlah lembaga. (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)
DIPA: Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito menyerahkan secara simbolis DIPA tahun anggaran 2018 dari Kementerian Keuangan pada sejumlah lembaga. (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Serapan belanja tahun anggaran 2017 di tiga pemerintah daerah, yakni Pemerintah Kota Magelang, Pemerintah Kabupaten Magelang, dan Pemerintah Temanggung terbilang masih rendah. Hingga pertengahan Desember tercatat serapan baru mencapai angka 54 persen.

“Sampai sekarang masih di kisaran 54 persen serapannya. Tapi masih ada waktu hingga akhir bulan Desember 2017. Minimal bisa tercapai 90 persen hingga akhir tahun,” kata Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah Imam Subagyo usai penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun 2018 di Hotel Atria Magelang, Rabu (20/12).

Imam mengatakan, salah satu faktor penyebab rendahnya serapan anggaran di pemda tersebut yaitu penyampaian Surat Perintah Membayar (SPM) kepada pelaksana proyek di akhir-akhir tahun. “Biasanya penyampaian SPM terakhir-terakhir. Itu juga salah satu penyebab data serapan sampai ke kita rendah. Tapi biasanya sampai akhir bulan Desember bisa sampai 90 persen,” jelas Imam.

Serapan belanja anggaran di pemerintah daerah terdiri dari beberapa hal. Yaitu belanja pegawai, belanja barang, belanja modal, belanja sosial, dan belanja lainnya. Dana transfer ke daerah dan dana desa yang diserahkan pada 3 pemda ini senilai Rp 3,6 triliun. “Dari tiga pemerintah daerah ini, rata-rata belanja pegawai sudah mencapai 88 persen, belanja barang 75 persen, belanja modal 54 persen, dan paling bagus belanja sosial mencapai 96 persen. Belanja modal itu seperti untuk membangun gedung, jalan, irigasi, insfrastruktur lainnya. Jika belanja modal rendah berarti pembangunan di suatu daerah belum optimal,” jelas Imam.

Sementara, Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito dalam kesempatan tersebut mengajak kepada seluruh pemerintah daerah agar semakin cerdas mengelola anggaran. “Dari tahun ke tahun, serapan anggaran pasti di akhir tahun dan baru 50 persen, ini termasuk rendah. Padahal bulan Desember ini adalah tahapan akhir perencanaan yang sudah disusun,” kata Sigit.

Selain itu, menurut Sigit, program kerja pemerintah juga harus ditata dengan baik, sehingga begitu anggaran ditetapkan, saat akhir tahun bisa diserap 80-90 persen. Untuk mempercepat penyerapan anggaran 2018, saat ini Pemkot Magelang mulai mengadakan lelang empat proyek fisik pembangunan. “Kalau tidak salah ada empat proyek, total nilainya sekitar Rp 4-5 miliar. Langkah ini boleh karena ini salah satu cara mempercepat serapan anggaran,” beber Sigit. (cr3/ton)