BERPRESTASI: Bupati Kudus Dr H Musthofa SE MM berhasil meraih penghargaan Leadership Award 2017 yang diberikan langsung Mendagri RI Tjahjo Kumolo di Jakarta Senin (18/12) lalu. (JPG)
BERPRESTASI: Bupati Kudus Dr H Musthofa SE MM berhasil meraih penghargaan Leadership Award 2017 yang diberikan langsung Mendagri RI Tjahjo Kumolo di Jakarta Senin (18/12) lalu. (JPG)

JAKARTA- Menteri Dalam Negeri RI Tjahjo Kumolo mengaku bangga dengan banyaknya kepala daerah yang inovatif dan dengan kepemimpinan terbaik. Ini dinilainya salah satunya berdasarkan kinerja dan pemenuhan janji saat kampanyenya. Namun demikian, Tjahjo mengaku baru ada 30 persen kepala daerah wajah baru yang menunjukkan prestasi.

Hal ini disampaikannya ketika memberikan sambutan pada Innovative Government Award dan Leadership Award 2017 di Hotel Sahid, Jakarta, Senin (18/12). Penghargaan ini diberikan pada 23 daerah (3 pemprov, 10 pemkab, 10 pemkot) dengan inovasi terbaik, dan 24 daerah (5 gubernur, 7 wali kota, 12 bupati) dengan kepemimpinan terbaik.

Bupati Kudus H Musthofa adalah salah satu bupati terbaik dan terpilih untuk meraih Leadership Award 2017. Penilaiannya adalah keberhasilan membangun daerah dan mampu membuat kebijakan untuk kemanfaatan serta kemaslahatan bagi masyarakat.

Mendagri menilai Bupati Kudus H Musthofa adalah sosok yang bagus sebagai bapak UMKM (usaha mikro kecil dan menengah) dan koperasi. Karena dinilai mampu menggerakkan, mengorganisasi, dan memberdayakan masyarakat melalui UMKM di Kudus.

“Sebagian besar masih didominasi kepala daerah sosok lama yang sudah sering meraih prestasi. Salah satunya Bupati Kudus sebagai Bapak UMKM dan koperasi,” papar Mendagri.

Termasuk dalam hal inovasi. Mendagri terus mendorong adanya kreativitas kepala daerah untuk berinovasi dan menumbuhkembangkan partisipasi masyarakat. Apalagi di era teknologi yang kini serba online. “Silakan berinovasi apapun. Kepala daerah jangan malu mengadopsi dari daerah lain,” pesannya.

Kriteria lain leadership award adalah mampu memajukan daerahnya sesuai harapan masyarakat dan menciptakan pemerintahan yang bersih. Serta pengalaman dan penghargaan dalam memimpin daerah, tidak terkena masalah, dan monitoring hasil media.