Miras Ciplas Makin Marak

Anggota Satpol Selalu Diteror Oknum

420
GELAR MIRAS : Wabup Joko Sutanto bersama Sekda dr Singgih Setyono MMR, Kepala Satpol PP Bambang Saptoro, Kabagops Kompol Sutomo dan jajaran muspida lainnya saat gelar perkara miras hasil sitaan Satpol PP selama 2017, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GELAR MIRAS : Wabup Joko Sutanto bersama Sekda dr Singgih Setyono MMR, Kepala Satpol PP Bambang Saptoro, Kabagops Kompol Sutomo dan jajaran muspida lainnya saat gelar perkara miras hasil sitaan Satpol PP selama 2017, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Konsumsi minuman keras (miras) di wilayah Kabupaten Demak dari tahun ke tahun makin meningkat. Bahkan, tidak hanya miras kemasan dalam botol dari pabrikan saja yang marak, namun miras jenis ciu plastik (ciplas) juga makin diminati para pemuda di daerah ini.

Kondisi memprihatinkan ini terungkap dari beberapa operasi penyakit masyarakat (pekat) serta barang bukti (BB) miras yang berhasil disita aparat Satpol PP Pemkab Demak. Kepala Satpol PP Pemkab Demak, Bambang Saptoro mengatakan, miras jenis ciplas sekilas dikira minuman es teh. Namun, ciu yang dibungkus plastik tersebut ternyata miras yang memabukkan. Harga ciplas lebih murah dibandingkan miras botolan produksi pabrikan. “Harganya hanya Rp 2 ribu sampai Rp 5 ribu per plastik,” katanya di sela paparan hasil operasi yustisi akhir tahun 2017 di gedung Satpol PP, kemarin.

Hadir dalam kegiatan ini, Wabup Joko Sutanto, Sekda dr Singgih Setyono MMR, Kabagops Polres Demak Kompol Sutomo, dan jajaran muspida lainnya.  Menurut Bambang, selama hasil yustisi antara September hingga November lalu, Satpol PP telah menyita BB sebanyak 3.147 botol miras berbagai merek, 13 teko miras oplosan dan 6 jeriken miras jenis arak sebanyak 30 liter. Selain itu, berhasil mengamankan 46 orang pekerja seks komersial (PSK) dengan sanksi 16 orang kena tindak pidana ringan (tipiring) dan 32 PSK lainnya dikirim ke Panti Pelayanan Sosial Wanita Wanodyatama Surakarta dengan pembinaan selama 6 bulan. Kemudian, dalam razia PGOT diamankan 34 orang serta diamankan pula 5 pasangan selingkuh.

“Kami juga melakuakn razia anak sekolah yang ketahuan main playstation di warnet dan nongkrong di hutan kota. Tercatat ada 31 anak sekolah terjaring, 2 siswa di antaranya pesta miras, 1 minum pil PCC dan 2 lainnya membawa senjata tajam (sajam),” katanya.

Wakil Bupati Joko Sutanto mengapresiasi hasil yustisi yang dilakukan Satpol PP tersebut. “BB miras ini harus segera dimusnahkan. Miras merusak mentalitas generasi muda kita,” katanya.

Dia berharap, Satpol PP terus menggencarkan operasi yustisi agar masalah peredaran miras dapat ditekan. “Dalam menegakkan aturan dimanapun teror itu hal biasa. Jalankan terus yustisi bersama TNI/Polri,” katanya. (hib/ida)