Korban Bingung Biaya Pengobatan

345

RADARSEMARANG.COM – SALAH seorang korban tertimbun longsor, Herman, mengaku trauma. Di RSUD Muntilan, Herman merupakan korban terakhir yang belum pulang ke rumah. Warga Dusun Kudusan, Desa Tirto, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, itu, masih tergolek lemah di RSUD Muntilan. “Hari ini (kemarin) sebenarnya sudah boleh pulang, mungkin sebentar lagi,” ucap Herman, lirih, di Ruang Flamboyan, Selasa (19/12) kemarin.

Ia mengaku masih merasakan nyeri pada bagian punggung akibat tertimpa longsor. Herman juga trauma atas bencana yang menimpanya. “Saya masih merasa sakit di bagian punggung.” Herman salah satu penambang manual yang sedang beraktivitas menambang bersama beberapa saudaranya. Ia tak menyangka longsor akan terjadi.

“Saya tidak punya firasat apa – apa. Kejadiannya sangat cepat. Saya beruntung bisa menyelamatkan diri, meskipun mengalami luka.” Ibu Herman, Sarni, 55, setia menemani anaknya di RSUD Muntilan. “Begitu dengar anak saya terkena longsor, saya langsung ke lokasi. Saya bersyukur, anak saya tidak kenapa-napa.” Herman anak pertama dari 6 bersaudara. Tiga saudaranya juga ikut menambang di lokasi kejadian. “Tiga saudaranya boleh pulang lebih dulu, karena lukanya ringan.” Herman mengaku bingung memikirkan biaya rumah sakit yang harus ditanggungnya. Ia tak memiliki kartu BPJS Kesehatan maupun jaminan kesehatan lainnya.

Sementara itu, belasan korban tanah longsor, baik yang meninggal maupun luka-luka telah dikembalikan kepada pihak keluarga masing-masing. Sedangkan proses pencarian korban telah resmi dihentikan, Selasa (19/12) kemarin. Direktur RSUD Muntilan M. Syukri menyampaikan, ada dua korban luka dirujuk ke RS Sardjito Yogyakarta dan RS di Solo, karena butuh penanganan lebih intensif. (jpg/isk)