Jadikan Cukilan Sentra Durian

Desa Cukilan Kecamatan Suruh

765
JUAL DURIAN : Desa Cukilan merupakan salah satu daerah yang terkenal dengan hasil buah duriannya yang enak. Ke depan akan dikembangkan untuk menjadi desa wisata.
JUAL DURIAN : Desa Cukilan merupakan salah satu daerah yang terkenal dengan hasil buah duriannya yang enak. Ke depan akan dikembangkan untuk menjadi desa wisata.

RADARSEMARANG.COM, SURUH – Desa Cukilan, Kecamatan Suruh, ingin mendongkrak perekonomian warga melalui komoditas buah durian. Di desa ini, terdapat satu dusun yang memiliki hasil bumi berupa durian yakni dusun Krajan 1. Saat ini, buah dengan sebutan ”Raja dari Segala Buah” ini sedang dikembangkan lebih luas di dusun lain yakni dusun Banjaran Gunung.

Sekretaris Desa Cukilan, Muhamad Ridwan mengatakan, upaya peremajaan pohon durian di Desa Banjaran Gunung, ini untuk memasyarakatkan buah yang cukup banyak penggemarnya ini.

Muhamad Ridwan (Sigit Andrianto/ Jawa Pos Radar Semarang)
Muhamad Ridwan (Sigit Andrianto/ Jawa Pos Radar Semarang)

”Selanjutnya perekonomian warga juga meningkat dari situ,” jelas pria berjenggot ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ridwan menambahkan, selain lokasi yang memungkinkan untuk pengembangan buah durian, pemerintah desa ke depan ingin membuat semacam sentra buah durian di Desa Cukilan. Sebuah desa wisata di mana para pengunjung dapat menikmati buah durian secara langsung.

”Nanti tiap dusun di kanan kiri jalan akan dibuat semacam gazebo untuk menjual durian. Arahnya memang akan menjadi seperti desa wisata durian,” jelasnya.

Dengan upaya ini, dirinya ingin ke depan Desa Cukilan bisa lebih mandiri dengan produk durian yang dimiliki. ”Pastinya kami ingin desa ini menjadi mandiri. Kalau ada desa wisata tentu akan banyak dampaknya juga kepada warga. Ini sudah dirancang, tinggal menunggu di-launching,” ujarnya.

Durian bukan satu-satunya hasil bumi Desa Cukilan yang akan digarap oleh pemerintah desa. Di desa ini, tepatnya di dusun Banjaran Cengklik juga memiliki hasil bumi unggulan berupa cabe kriting merah. Cabe ini dijadikan ungulan karena kuantitas dadn kualitas yang cukup bagus.

”Cukup banyak hasilnya. Selain itu cabai di sini bisa tahan lama, mungkin karena memang kondisi tanah dan iklimnya yang memungkinkan untuk itu,” jelasnya. Dirinya menambahkan, di dusun ini juga sudah terdapat pasar khusus cabai setiap sore yang dikoordinir oleh kelompok tani. (sga/zal)