Desa Menuntut, LPMP Lakukan Tes Ulang

789

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Para kepala desa di Kendal menuntut agar tes seleksi perangkat desa yang digelar oleh Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) diulang. Pasalnya tes yang dilakukan dengan sistem Computer Assesment Test (CAT) dinilai banyak ketimpangan.

Demikian disampaikan Ketua Paguyuban Kepala Desa Kendal, Bambang Utoro di sela Rapat Koordinasi bersama Sekda Kendal di Pendopo Kendal. Banyaknya ketimpangan ini, ia menilai LPMP tidak profesional. Bahkan, tes yang digelar LPMP, dinilainya, tidak sebanding dengan biaya yang sudah dikeluarkan desa sebesar Rp 740 juta untuk menggelar tes secara serentak.

“Kenyataan di lapangan, LPMP tidak mempersiapkan secara baik sehingga banyak masalah yang merugikan peserta, panitia dan desa. Para kepala desa menghendaki LPMP untuk dilakukan tes ulang,” katanya, Selasa (19/12) kemarin.

Hal mencolok, tandasnya, tes tidak dilakukan secara serentak. Yakni tes digelar dalam tiga sesi. Selain waktu tes yang molor hingga tengah malam. “Malah ada yang terlewat harinya, karena sudah lewat tengah malam hasilnya baru keluar,” tambahnya.

Selain itu, banyak temuan, soal yang diberikan pada peserta calon perangkat desa jumlahnya tidak sama. “Belum lagi ditemukan ada peserta yang bisa melakukan ujian susulan, ujian dua kali dan sebagainya,” tambahnya.

Kepala Desa Purworejo, Kecamatan Ringinarum, Ali Muhtadi mengaku banyak dirugikan. Tes yang sedianya digelar pukul 08,00, ternyata baru bisa dimulai pukul 12.00. “Sehingga ini sudah di luar jadwal,” katanya.

Sementara itu saat dikonfirmasi, perwakikan dari LPMP Jateng, Yuli mengaku jika tes sudah dilakukan sesuai ketentuan. Permintaan tes ulang yang dilontarkan Ketua Paguyuban Kades Bambang Utoro menurutnya sangat tidak berdasar. “Semua sudah mengikuti mekanisme yang ada,” timpalnya.

Soal pelanggaran Perbup (Peraturan Bupati), pihaknya menolak dengan tegas, test dilaksanakan serentak satu hari dan itu tidak melanggar Perbup. “Semua sudah sesuai mekanisme, tes dilaksanakan serentak satu hari dan sehari ada 3 sesi sudah disepakati oleh panitia penjaringan,” ujar Yuli.

Pihaknya menegaskan tidak ada persoalan, semua sudah diselesaikan saat itu juga dan masing-masing pihaknya sudah menandatangani berita acara dengan disetujui oleh panitia tingkat desa. (bud/ida)

Silakan beri komentar.