Desa Menuntut, LPMP Lakukan Tes Ulang

635

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Para kepala desa di Kendal menuntut agar tes seleksi perangkat desa yang digelar oleh Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) diulang. Pasalnya tes yang dilakukan dengan sistem Computer Assesment Test (CAT) dinilai banyak ketimpangan.

Demikian disampaikan Ketua Paguyuban Kepala Desa Kendal, Bambang Utoro di sela Rapat Koordinasi bersama Sekda Kendal di Pendopo Kendal. Banyaknya ketimpangan ini, ia menilai LPMP tidak profesional. Bahkan, tes yang digelar LPMP, dinilainya, tidak sebanding dengan biaya yang sudah dikeluarkan desa sebesar Rp 740 juta untuk menggelar tes secara serentak.

“Kenyataan di lapangan, LPMP tidak mempersiapkan secara baik sehingga banyak masalah yang merugikan peserta, panitia dan desa. Para kepala desa menghendaki LPMP untuk dilakukan tes ulang,” katanya, Selasa (19/12) kemarin.

Hal mencolok, tandasnya, tes tidak dilakukan secara serentak. Yakni tes digelar dalam tiga sesi. Selain waktu tes yang molor hingga tengah malam. “Malah ada yang terlewat harinya, karena sudah lewat tengah malam hasilnya baru keluar,” tambahnya.

Selain itu, banyak temuan, soal yang diberikan pada peserta calon perangkat desa jumlahnya tidak sama. “Belum lagi ditemukan ada peserta yang bisa melakukan ujian susulan, ujian dua kali dan sebagainya,” tambahnya.

Kepala Desa Purworejo, Kecamatan Ringinarum, Ali Muhtadi mengaku banyak dirugikan. Tes yang sedianya digelar pukul 08,00, ternyata baru bisa dimulai pukul 12.00. “Sehingga ini sudah di luar jadwal,” katanya.

Sementara itu saat dikonfirmasi, perwakikan dari LPMP Jateng, Yuli mengaku jika tes sudah dilakukan sesuai ketentuan. Permintaan tes ulang yang dilontarkan Ketua Paguyuban Kades Bambang Utoro menurutnya sangat tidak berdasar. “Semua sudah mengikuti mekanisme yang ada,” timpalnya.

Soal pelanggaran Perbup (Peraturan Bupati), pihaknya menolak dengan tegas, test dilaksanakan serentak satu hari dan itu tidak melanggar Perbup. “Semua sudah sesuai mekanisme, tes dilaksanakan serentak satu hari dan sehari ada 3 sesi sudah disepakati oleh panitia penjaringan,” ujar Yuli.

Pihaknya menegaskan tidak ada persoalan, semua sudah diselesaikan saat itu juga dan masing-masing pihaknya sudah menandatangani berita acara dengan disetujui oleh panitia tingkat desa. (bud/ida)

3 KOMENTAR

  1. Di perbup 51 menyebutkan bahwa pelaksanaan tes dilaksanakan selama 1 hari, untuk soalnya, karena saya juga sebagai peserta, ada 80 soal TKD dan 30 soal TKB.

  2. Sebagai Peserta Saya Keluhkan:
    1. Ada soal dobel lebih dari sekali
    2. Ada soal yang jawabanya benar-benar salah dan jawabanya ada yang ganda seperti dibawah ini:
    Penulisan salam pembuka yang benar adalah…
    A. Dengan Hormat
    B. Dengan hormat
    C. Dengan hormat
    D. Dengan Hormat,
    (jawaban di atas tidak ada yang benar karena yang benar “Dengan hormat,”)
    3. Setiap 5-10 menit server disconect-conect
    4. Soal tidak menjurus ke bidang.
    Contoh:.
    – seragam pns pada hari tertentu memakai apa? (2 soal di bidang sekdes)
    – jam kerja sesuai pemerintah kendal mulai jam berapa sampai jam berapa? (bidang sekdes)
    * seharusnya tidak mengapa ada soal seperti di atas ..
    tetapi penempatanya mengapa berada di kompetensi bidang? apa tidak ada soal lain yang
    lebih bermutu sesuai BIDANGNYA mengingat poin di bidang lebih banyak.
    5. masuk ruangan tidak di periksa, cuman di liatin kartu tes sama identitas.
    6. boleh keluar ke wc (di wc tidak ada penjagaan) setelah kembali tidak di periksa lagi.
    7. jadwal seharusnya jam 11.00 tetapi mulai 12.30.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here