TERANCAM SANKSI: Bripka A diduga melakukan pungli kepada pengendara yang terjaring razia. (ISTIMEWA)
TERANCAM SANKSI: Bripka A diduga melakukan pungli kepada pengendara yang terjaring razia. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANGOknum anggota Satlantas Polrestabes Semarang yang diduga melakukan pungutan liar saat menggelar razia telah dibawa ke Polda Jateng untuk diperiksa. Anggota berinisial Bripka A ini sementara ini diketahui menerima 3 uang “titipan” dari pengendara yang dihentikan karena melanggar lalulintas.
Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abioso Seno Aji mengatakan, saat ini oknum tersebut telah dibawa ke Polda Jateng. Bripka A diperiksa oleh Bidang Propam Polda Jateng. “Ini sedang diperiksa di Polda Jateng termasuk perwira pengendalinya,” katanya saat ditemui di Mapolrestabes Semarang, Selasa (19/12).
Abioso belum bisa memberikan keterangan sampai kapan pemeriksaan tersebut selesai. Termasuk, sanksi yang dijatuhkan kepada Bripka A oleh Bidang Propam Polda Jateng.

Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Yuswanto Ardi, membeberkan, operasi lalu lintas yang dilakukan anggotanya adalah legal. Operasi tersebut dilakukan oleh 9 anggota Satlantas di Jalan Raya Randugarut, Jalur Pantura Semarang. “Itu operasi legal, dalam rangka penegakan hukum pelanggaran lalu lintas cipta kondisi menjelang operasi lilin,” klaimnya.

Sedangkan dari pemeriksaan terhadap 9 orang tersebut, hanya Bripka A yang melakukan pungli “titipan” dari warga yang seharusnya ditilang. Sedangkan anggota lainnya yang juga bertugas di lokasi yang sama melakukan penilangan sesuai prosedur. “Ada 3 titipan. Itu dari luar kota semua,” katanya.

Ardi juga mengaku yang menginisiasi untuk dilakukan pemeriksaan Bripka A kepada Propam Polrestabes Semarang. Menurutnya, hal ini agar bisa menjadi pembelajaran bagi anggota kepolisian lainnya untuk tidak melakukan praktik yang sama. “Jangan menjadikan alasan tidak adanya tabel denda sidang, lantas melakukan titipan-titipan sidang,” tegasnya.

Selain itu, Ardi juga akan kembali berkomunikasi dengan Pengadilan Negeri Semarang terkait adanya kejadian ini. Komunikasi ini terkait dalam penerapan E-tilang terkait pengendara yang melakukan pelanggaran berlalulintas.

“Seharusnya penerapan E-tilang yang sejatinya mampu mempermudah masyarakat menyelesaikan perkara pelanggarannya itu diimbangi dengan adanya tabel denda E-tilang yang dikeluarkan Pengadilan Negeri Semarang,” harapnya.