SMK dr Sutomo Luncurkan Mesin Perontok Padi

851
KREASI SISWA: Wabup Irawan Prasetyadi saat meluncurkan mesin perontok padi karya siswa jurusan Teknik Mesin SMK dr Sutomo Temanggung, Senin (18/12). (Dok SMK dr Soetomo Temanggung)
KREASI SISWA: Wabup Irawan Prasetyadi saat meluncurkan mesin perontok padi karya siswa jurusan Teknik Mesin SMK dr Sutomo Temanggung, Senin (18/12). (Dok SMK dr Soetomo Temanggung)

TEMANGGUNG- Siswa SMK dr Sutomo Temanggung membuat mesin perontok padi. Mesin karya siswa tersebut diluncurkan Wakil Bupati Temanggung Irawan Prasetyadi di halaman sekolah setempat, Senin (18/12). Selain mesin perontok padi, dalam waktu yang sama juga diluncurkan mesin MP 6 yang berfungsi sebagai mesin penghancur, pemotong, pencacah, pengupas, penghalus dan pemipil jagung, produk pertanian lainnya serta memotong rumput untuk pakan ternak.

Kepala SMK dr Sutomo Asrofi menjelaskan, pengembangan mesin perontok padi dan MP 6 merupakan bantuan dari Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui program SMK berbasis industri dengan keunggulan wilayah. Program tersebut kemudian dimanfaatkan dengan menggerakkan para siswa jurusan Teknik Mesin di bawah arahan guru pembimbing sehingga berhasil membuat mesin perontok padi dan MP 6.

“Mesin perontok padi merupakan sebuah mesin untuk membantu petani dalam memanen padi sehingga petani tidak melakukan perontokan secara manual. Mesin perontok padi dikembangkan bekerjasama dengan CV Nurida sebagai quality control sehingga mesin tersebut telah teruji dan dapat digunakan dengan baik,” klaimnya.

Sementara Irawan menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada SMK dr Sutomo Temanggung yang telah berhasil mengembangkan mesin perontok padi dan MP 6. Menurutnya, keberadaan mesin perontok padi dinilai sangat bermanfaat dalam membantu petani sehingga bisa berjalan efektif dan efisien baik dari sisi kecepatan maupun biaya. “Saya berharap SMK dr Sutomo terus melakukan inovasi-inovasi baru guna mengembangkan berbagai peralatan teknologi tepat guna utamanya mesin-mesin pertanian,” ucapnya. (san/ton)