33 C
Semarang
Rabu, 3 Juni 2020

Pupuk Atlet dengan Kerja Keras dan Kekeluargaan

PB Daya Manunggal

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

MUNGKID – Meskipun Perkumpulan Bulutangkis (PB) Daya Manunggal Mungkid Kabupaten Magelang terbilang klub baru yang berdiri pada 2015 silam, namun berbagai prestasi telah diukir klub yang bermarkas di GOR Yudhistira Bumirejo Mungkid tersebut. Bahkan beberapa kali atlietnya mampu menembus Kejurprov Jawa Tengah.

Atlet-atlet muda berbakat seperti Raehan Bagus, Khafi Tirtasena, Rahmania, dan Salma Mufida sudah seringkali mengikuti kejuaraan di tingkat kabupaten maupun Kota Magelang. Bahkan nama yang disebut terakhir, Salma Mufida, sudah menjuarai Kejurprov Jateng sebagai juara I tunggal usia dini putri.

Kesuksesan para atlet tersebut tak lepas dari tangan dingin pelatih muda asal Grabag, Reza Budihara. Sang pelatih yang pernah mencicipi ketatnya persaingan di Sirkuit Nasional (Sirnas) ini tahu betul bagaimana melatih, mendidik dan menciptakan suasana kekeluargaan di dalam home base PB Daya Manunggal. Pola latihan keras yang diterapkan Reza, benar-benar didukung oleh orangtua atlet.

“Untuk pola latihan di Daya Manunggal, sehari bisa 4-5 jam. Dalam seminggu, kita bisa latihan sekitar 10 kali. Latihan keras ini sangat penting karena mempersiapkan stamina para atlet,” jelas Reza.

Sistem pola latihan keras sudah menjadi menu yang ditawarkan pihaknya kepada para orangtua yang berkeinginan memasukkan putra-putrinya ke PB Daya Manunggal. Reza mengungkapkan, masalah biaya adalah masalah kesekian dan disampaikan pula ke orangtua. “Klub ini berdiri atas ikatan kebersamaan, jadi orangtua juga mempunyai peran yang sentral. Kami menciptakan suasana kekeluargaan di sini. Ikatan kekeluargaan orangtua atlet satu sama lain terjalin dengan baik,” papar Reza.

Selain itu, pihaknya juga mempersiapkan atlet-atlet baru yang siap menggantikan para seniornya yang dipredksikan pindah kelas setiap tahunnya. “Kita menyiapkan calon atlet pengganti agar nantinya siap saat naik kelas. Kami juga sering mengikutsertakan atlet kami untuk mengikuti setiap kejuaraan dengan meminta pertimbangan orangtua,” imbuh Reza.

Meski terbilang cukup keras dalam melatih 40 atlet yang bernaung di PB Daya Manunggal, langkah tersebut didukung para orangtua atlet. Orangtua atlet Khafi Tirtasena, Dwi, mengaku enjoy dalam cara pelatih mendidik anaknya. “Khafi mampu mengikuti ritme latihan. Khafi juga sangat enjoy dan tidak merasa berat. Karena memang menu latihan di Daya Manunggal diarahkan menjadi atlet profesional. Bahkan ada menu latihan tambahan, yaitu latihan privasi bagi yang mau. Khafi ikut menu latihan ini, cukup berat tapi enjoy,” jelas Dwi.

Sementara orangtua atlet Salma Mufida, Juwari dan Dwi Setyawati mengatakan hal yang sama. Latihan keras yang diimbangi kekompakan antara atlet, pelatih dan orangtua atlet membuat PB Daya Manunggal mampu menelurkan atlet. “Kita tetap dukung langkah dari klub. Kami juga berterimakasih kepada klub karena mampu melatih Salma hingga bisa seperti sekarang,” jelas Dwi Setyawati. (cr3/sct/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Samsung Buka Superstore di Semarang

SEMARANG – Penjualan elektronik khususnya tipe premium tak terpengaruh kondisi apapun, termasuk lesunya kondisi ekonomi saat ini. Bahkan memasuki awal tahun ini, penjualan produk...

LDII Dorong Anggota Tampil di Kancah Politik

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Jateng mendorong anggotanya untuk menjadi wakil rakyat. Sehingga dapat mengoptimalkan kontribusi dalam penyusunan peraturan atau perundang-undangan yang sesuai...

BKUD Kekurangan SDM Penarikan Pajak

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Pendapatan daerah dari sektor pajak dapat dipengaruhi dari jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) yang terjun aktif ke lapangan melakukan penarikan. Hal...

Ajak Tak Pilih Dewan Pendukung Hak Angket

SEMARANG - Upaya pelemahan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) oleh DPR RI melalui hak angket terus mendapat penolakan. Puluhan aktivis dari Koalisi Masyarakat Anti...

Kirab Merah Putih Ajak Hindari Hoax

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Setiap peringatan ulang tahun Kabupaten Batang, juga digelar haul dan kirab merah putih salah satu tokoh kemerdekaan asal Batang, KH Hasan Surgi...

Gelontor Rp 9 M Untuk Benahi Wisata Alam

SEMARANG - Tahun ini, Pemprov Jateng menggelontorkan Rp 9 miliar untuk menggarap destinasi wisata di seluruh Jateng. Anggaran itu diprioritaskan untuk membenahi wisata alam...