SIRKUIT MIJEN : Proyek sirkuit Mijen tahap I yang sudah mencapai 98 persen. Di tahap II, pemkot menganggarkan dana Rp 20 miliar. (ISTIMEWA)
SIRKUIT MIJEN : Proyek sirkuit Mijen tahap I yang sudah mencapai 98 persen. Di tahap II, pemkot menganggarkan dana Rp 20 miliar. (ISTIMEWA)

SEMARANGJelang akhir 2017, sejumlah proyek pembangunan Pemkot Semarang masih dalam pengerjaan. Namun tak sedikit yang masuk tahap finishing. Seperti sejumlah proyek yang dilakukan oleh Dinas Tata Ruang (Distaru). Di antaranya, pembangunan Pasar Kembang Kalisari tahap dua yang sudah mencapai 98 persen, pembangunan Gelanggang Olahraga (GOR) Tri Lomba Juang (TLJ) mencapai 98 persen, pembangunan sirkuit Mijen tahap pertama 98 persen, pembangunan Pasar Johar tahap pertama 98 persen, dan pembangunan gedung parkir di kawasan balai kota tahap pertama 96,5 persen.

“Apa yang kita lakukan sudah sesuai rencana. Kalau memang ada yang belum selesai itu pasti pembangunan bertahap. Tapi untuk tahapan yang tahun ini saya pastikan bisa selesai 100 persen,” terang Kepala Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Semarang, Agus Riyanto, kemarin (18/12).

Agus juga membeber sejumlah proyek yang telah selesai 100 persen. Di antaranya Gedung Oudetrap di kawasan Kota Lama, pembangunan kantor BPBD, Terminal Cangkiran, serta pembangunan sarpras Bapermasper.

Menurut Agus, sejumlah proyek monumental, seperti pembangunan sirkuit Mijen dan Pasar Kembang Kalisari, Pasar Johar dan GOR TLJ, bakal menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat lokal maupun wisatawan.

“Misalnya, pembangunan pujasera di Pasar Kembang Kalisari, yang menyuguhkan pemandangan Kampung Pelangi. Di sana bisa menjadi spot selfie yang menarik,” katanya.

Sekretaris Distaru, Irwansyah, menambahkan, untuk Pasar Johar, tahap selanjutnya pembangunan alun-alun. Pihaknya telah menganggarkan Rp 50 miliar melalui APBD Kota Semarang. Sementara untuk pembangunan cagar budaya pemkot mendapat bantuan dari Kementerian PUPR sebesar Rp 190 miliar.

“Awal tahun (2018) mulai pembangunan fisik bagian Johar tengah dan utara. Pembangunan Johar ini dilakukan secara multiyear sampai 2019,” terang Irwansyah.

Sementara itu untuk pembangunan gedung parkir di kompleks Balai Kota Semarang akan kembali dilanjutkan pada 2018. Pada pembangunan tahap dua ini nanti pemkot telah menganggarkan dana sebesar Rp 60 miliar yang akan digunakan untuk membuat gedung parkir mobil 8 lantai dan menyempurnakan gedung parkir motor.

“Saat ini yang tahap pertama membangun gedung parkir motor tiga lantai. Memang belum bisa 100 persen, karena penyempurnaannya akan dilanjutkan pada tahap dua,” kata Kabid Penataan dan Pemanfaatan Bangunan, Distaru Kota Semarang, Beta Marhendriyanto.

Gedung parkir di kawasan balai kota ini memiliki kapasitas sekitar 1.560 kendaraan, terdiri atas 1.300 motor dan 260 mobil. (zal/aro)