Iuran BPJS Rp 13 M Belum Dibayarkan

467
Logo nyonya mener
Logo nyonya mener

SEMARANG-Perjuangan karyawan PT Nyonya Meneer melaporkan petinggi perusahaan jamu legendaris ini ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah terus berlanjut. Dalam kasus itu, Djoko Prasetyo beserta 72 karyawan lainnya melaporkan Presiden Direktur Charles Ong Saerang dan bagian personalia Regina Tantrawati. Keduanya diduga melakukan tindak pidana penggelapan dana BPJS ketenagakerjaan dan kesehatan.

Kuasa hukum karyawan PT Nyonya Meneer, Yetty Any Ethika, mengaku, masih mengupayakan agar Charles bersedia membayar hak-hak para kliennya tersebut.

Dikatakannya, saat ini kliennya tidak bisa mendapatkan pelayanan kesehatan akibat dana iuran setiap bulan tidak dibayarkan oleh pihak perusahaan ke BPJS Kesehatan.

“Hak-hak karyawan yang tertera di BPJS Ketenagakerjaan juga tidak bisa diambil oleh karyawan lantaran uangnya justru ditilap, padahal gajinya sudah dipotong oleh perusahaan,” kata Yetty Any Ethika saat bertemu di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Senin (18/12).

Padahal, lanjut Yetty, selain kliennya, ada lebih dari seribu karyawan yang gajinya dipotong, namun iuran BPJS tidak dibayarkan. Ia menyebutkan, total 1.100 orang lebih yang belum dibayarkan BPJS-nya.

“Saya memang mewakili 82 karyawan itu, namun juga memperjuangkan hak-hak BPJS dari seribuan lebih karyawan yang lain,”ujarnya.  Ia mengatakan, total iuran BPJS yang belum dibayarkan mencapai Rp 13 miliar lebih.

Dikatakannya, iuran BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan tersebut tidak disetorkan sejak 2011, padahal gaji yang diterima para buruh tetap dikenakan potongan untuk iuran itu.

Menurutnya, apabila ditotal ada ribuan buruh yang iuran BPJS-nya tidak disetorkan. Sehingga total uang iuran yang tidak disetorkan ke BPJS mencapai Rp 13 miliar.

“Iuran BPJS Ketenagakerjaan sekitar Rp 12 miliar. Sedangkan untuk iuran BPJS Kesehatan Rp 1 miliar lebih,” bebernya.