PELATIHAN: Seorang satpam dengan dipandu tim medis dari RSK Ngesti Waluyo Parakan saat simulasi memberikan pertolongan awal kepada korban di Pendopo Pengayoman, kemarin. (AHSAN FAUZI/JAWA POS RADAR KEDU)
PELATIHAN: Seorang satpam dengan dipandu tim medis dari RSK Ngesti Waluyo Parakan saat simulasi memberikan pertolongan awal kepada korban di Pendopo Pengayoman, kemarin. (AHSAN FAUZI/JAWA POS RADAR KEDU)

TEMANGGUNG-Keluarga Besar Satpam Temanggung (KSBT), Senin (18/12) kemarin, menggelar pelatihan kegawatdaruratan di Pendopo Pengayoman. Tujuannya, Untuk membekali satpam agar memiliki kemampuan pengetahuan dalam penanganan Pertolongan Pertama pada Gawat Darurat (PPGD).

Ketua KBST Agus Setiyono menuturkan, pelatihan diikuti 100 satpam dan 64 tenaga personalia perusahaan-perusahaan di Temangggung. Mereka merupakan satpam yang bertugas di perkantoran, lembaga perbankan, perusahaan, sekolah, dan rumah sakit.

“Peran satpam sangatlah vital, pengetahuan PPGD harus dimiliki. Jika ada tragedi kecelakaan atau orang sakit mendadak di lingkungan kerja, mereka siap untuk mengatasi. Tanpa harus menunggu petugas Puskesmas atau rumah sakit datang,” kata Agus di sela pelatihan, kemarin.

Dikatakan, banyak kejadian orang meninggal karena terlambat dalam memberikan pertolongan. Karena itu, satpam wajib terampil dalam memberikan pertolongan awal. “Saya ingin menghilangkan imej satpam tidak sekadar jaga pintu depan. Tapi saat mempunyai performa yang bagus, melayani tamu dengan baik, dan mempunyai kemampuan lebih. Salah satunya, punya kemampuan kegawatdaruratan,” kata Agus sembari menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sekaligus untuk menyambut HUT Satpam ke 37 yang jatuh pada 30 Desember mendatang.

Kriswanto, tim medis dari RSK Ngesti Waluyo Parakan menjadi salah satu pemateri pelatihan. Kata Kriswanto, PPGD merupakan pemberian pertolongan dan perawatan yang kali pertama diberikan kepada penderita atau korban dengan cepat dan tepat. “Pertolongan ini adalah langkah awal sebelum diteruskan ke paramedis.”

Istiqomah, satpam Pasar Rejo Amertani Temanggung mengaku senang mendapatkan pengetahuan kegawatdaruratan awam. Menurut dia, beberapa kali ada kasus orang meninggal mendadak di pasar karena terlambat memberikan pertolongan. “Setelah punya kemampuan kegawatdaruratan ini, saya siap memberikan pertolongan jika ada tragedi kecelakaan di pasar. Saya juga berharap di kompleks pasar Temanggung ada poliklinik. Dulu pernah ada, tapi sudah tidak aktif. Mohon Dinkes atau UPT terkait bisa mengaktifkan lagi,” harapnya. (san/isk)