SIDAK : Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, saat memeriksa pembangunan Pasar Kedungwuni blok F, kemarin. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)
SIDAK : Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, saat memeriksa pembangunan Pasar Kedungwuni blok F, kemarin. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)

KAJENBupati Pekalongan, Asip Kholbihi, Senin (18/12) kemarin, menggelar sidak ke pasar modern Kedungwuni. Bupati ingin memastikan pembangunan pasar dengan bantuan APBN 2017 sebesar Rp 5,2 miliar, tersebut sesuai dengan spek.

Pembangunan blok F yang diperuntukkan pedagang ikan dan sayur tersebut sudah dimulai sejak Agustus 2017 dan ditarget selesai pada 29 Desember 2017. Untuk mempercepat pembangunan, PT Kartikasari Manunggal Putra, selaku kontraktor, menambah tenaga kerja yang semula 70 orang menjadi 120 orang.

“Jumlah tenaga kerja sudah kita tambah, sekarang ada 120 orang untuk menyelesaikan Blok F ini, akhir tahun 2018 pembangunan ini selesai,” kata Herman, pengawas dari PT Kartikasari Manunggal Putra.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat mendatangi Pasar Kedungwuni Blok F, langsung memeriksa proses pembangunan, dari kualitas bangunan hingga capaian perkembangan terakhir pembangunan. Luasan bangunan untuk pedagang daging, juga tidak luput dari pemeriksaan bupati.

Menurutnya kualitas bangunan blok F atau blok basah, dinilai cukup bagus dan dipastikan selesai pada akhir tahun 2017. Namun demikian belum bisa langsung ditempati, karena masih harus dibangun fasilitas pendukung lain pada 2018 mendatang.

“Pasar blok F ini bisa menampung 198 pedagang aktif, yakn pindahan dari pasar tradisional lama. Pasar Blok F ini dibangun menjadi pasar modern yang bersih, karena dilengkapi dengan IPAL dan jalan yang cukup lebar, sehingga nyaman untuk pedagang,” ungkap bupati.

Sementara itu, Kepala UPT Pasar Kedungwuni, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi UMKM Kabupaten Pekalongan, Ida Fitriani, mengatakan pembangunan kompleks Pasar Kedungwuni, yang terdiri dari 9 Blok dengan anggaran Rp 92,8 miliar, akan selesai dibangun selama 2 tahun dan akan menampung 1.989 pedagang tetap dan aktif, disamping juga akan menampung Pedagang Kaki Lima (PKL).

“Sejak bulan Maret 2017 kemarin kita sudah mendata dan melakukan verifikasi pedagang yang ada di Pasar Kedungwuni, kedepan pedagang akan kita tata dan kita bagi berdasarkan kriteria atau jenis pedagang, secara terpisah,” kata Ida. (thd)