Bangun Karakter Generasi Muda

Desa Klero, Kecamatan Tengaran

419
FOTO BERSAMA: Kades Klero, Winarno, berfoto dengan sejumlah perangkat desa Klero.
FOTO BERSAMA: Kades Klero, Winarno, berfoto dengan sejumlah perangkat desa Klero.

TENGARAN – Desa Klero kecamatan Tengaran sadar akan pentingnya penyiapan generasi mendatang yang tangguh, baik secara mental maupun moral. Sebab itu, Pemerintah Desa selalu memberikan perhatian kepada anak-anak di Desa ini secara berkelanjutan.

Kepala Desa Klero, Winarno mengatakan, perhatian diberikan sejak dini dalam bentuk pemberian gizi yang cukup melalui kegiatan posyandu. Dengan demikian, anak-anak di Desa ini diharapkan bisa tumbuh dan berkembang dengan baik dan sehat.

”Itu untuk balitanya, pertama kita upayakan agar mereka tumbuh sehat. Setelah masuk ke usia agak ke besar, kita siapkan TPA untuk mereka. Sehingga, tidak hanya sehat secara jasmani, kita juga menyiapkan mereka melalui pendidikan moral,” kata Winarno kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Winarno (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
Winarno (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

Setelah itu, lanjutnya, anak-anak di desa ini juga terus dipantau dalam menjalani pendidikan sekolah. Winarno tidak ingin anak-anak di Desa Klero putus sekolah mengingat pentingnya pendidikann sebagai bekal untuk menjalani kehidupan mendatang.

”Kita berikan pemahaman kepada mereka akan pentingnya pendidikan. Selain ijazah, skill dan pengetahuan yang diperoleh melalui pendidikan sangat bermanfaat untuk mencari kerja,” jelasnya.

Menganggap penting pendidikan formal, bukan berarti membuat Pemerintah Desa mengesampingkan yang lainnya. Masalah spritualitas juga diutamakan oleh Pemerintah Desa untuk warga desa terlebih pemuda di desa ini melalui kegiatan mujahadah rutin.

”Kita ada mujahadah ruti tiap bulan. Dua kali dalam setahun kita juga mengadakan lomba TPA. Dari situ kami ingin membangkitkan semangat anak-anak untuk belajar ilmu agama. Bahkan desa ini sering menjadi juara dalam beberapa perlombaan di luar,” jelasnya sembari menambahkan bahwa selain kepada anak-anak, perhatian pemerintah Desa juga diberikan kepada para pengajar TPA dengan memberikan anggaran operasional.

Tidak berhenti di sini, kepada pemuda yang telah selesai sekolah pemerintah Desa juga mengupayakan untuk memberikan sejumlah pelatihan. Beberapa yang sudah diberikan adalah pelatihan menjahit dan potong rambut. Dengan keahlian yang diberikan ini, Pemerintah Desa berharap sumber daya dari desa ini akan lebih mudah untuk mendapatkan pekerjaan.

”Kami pengennya melalui pelatihan mereka bisa membuka usaha sendiri dan kemudian akan membuka lapangan kerja. Kalaupun belum siap membuka usaha, setidaknya mereka memiliki kemampuan untuk bekerja di suatu perusahaan,” kata Winarno.

Dirinya berharap dengan upaya yang dilakukan ini Desa Klero ke depan bisa memiliki generasi yang pintar dan bermoral. Generasi modern yang tidak ketinggalan jaman,juga tidak melupakan nilai-nilai yang selama ini diyakininya.  ”Intinya Desa modern tapi tetap bertaqwa,”  tegasnya. (sga/bas)