FESTIVAL : Ribuan warga saat berebut hasil bumi dan gula aren yang dibagikan oleh petani gula aren Petungkriyono. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)
FESTIVAL : Ribuan warga saat berebut hasil bumi dan gula aren yang dibagikan oleh petani gula aren Petungkriyono. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)

KAJEN Ribuan warga dari berbagai daerah bahkan luar negeri, berebut gula aren di halaman Kantor Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, dalam festival gula aren, yang diselenggarakan oleh masyarakat petani gula aren Petungkriyono, Minggu (17/12) kemarin.

Acara festival gula aren merupakan acara tahunan masyarakat Petungkriyono, sebagai tasyakuran karena panen raya gula aren. Ratusan petani gula aren dari 9 desa yang ada di Kecamatan Petungkriyono, membawa berbagai hasil bumi, mulai dari cabe, tomat, kentang, salak dan gula aren, untuk dibagikan kepada ribuan pengunjung yang datang.

Sebelum diperebutkan pada warga, gunungan hasil bumi dan gula aren tersebut, diarak keliling desa dengan diiringin tarian tardisional, kemudian dibacakan doa oleh sesepuh desa, baru diperebutkan untuk masyarakat umum.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, yang datang bersama rombongan tamu dari Korea Selatan, diberi kehormatan untuk membagikan hasil bumi dan gula aren kepada masyarakat.

Camat Petungkriyono, Ahmad Agus, menjelaskan Kecamatan Petungkriyono, adalah salah satu kecamatan penghasil gula aren terbesar di Kabupaten Pekalongan, dengan kapasitas produksi lebih dari 10 ton setiap harinya.

Menurutnya sebagai rasa syukur, ratusan petani membagikan ribuan bungkus gula aren secara gratis terhadap masyarakat yang datang ke acara festival gula aren tersebut.

“Gula aren Petungkriyono terkenal karena rasa manisnya tinggi, serta dihasilkan dari sari air buah aren yang disadap dari pohon aren yang tumbuh di hutan Petungkriyono, jumlah pohonnya sendiri lebih daro 10 ribu pohon,” jelas Agus.

Sementara itu, Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, menegaskan bahwa festival gula aren merupakan acara tahunan masyarakat Petungkriyono, yang merupakan sebagai salah satu acara tahun berupa wisata budaya yang ada di Kabupaten Pekalongan.

“Di Petingkriyono ini bukan hanya sebagai penghasil gula aren terbesar dan terbaik, namun juga salah satu hutan terbaik yang ada di Indonesia, karena kondisi hutannya yang masih alami dan belum tersentuh manusia. Maka festival gula aren ini, dijadikan sebagai acara wisata budaya masyarakat Petungriyono, yang sangat bagus untuk dikunjungi,” tegas bupati. (thd/zal)