33 C
Semarang
Selasa, 22 September 2020

Resah Banjir, Warga Dukung Normalisasi

Normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur Molor Lagi

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Rencana pembangunan dan normalisasi sungai Banjir Kanal Timur (BKT) sudah melalui beberapa tahap. Namun sampai sekarang belum juga direalisasikan, padahal anggaran sudah ada. Mengapa?

BANJIR akibat luapan air Sungai BKT, selalu membuat warga Sawah Besar, Kecamatan Gayamsari khawatir. Terutama saat musim penghujan dengan intensitas hujan deras di daerah atas, Kabupaten Semarang, seperti akhir-akhir ini.

Sebagaimana dirasakan oleh Jumarno, salah satu warga Sawah Besar. Pasalnya, daerah yang sudah ditempatinya puluhan tahun ini, kerap diterjang banjir akibat luapan sungai BKT. “Warga sini sudah kenyang dengan banjir. Sebenarnya ya resah, kalau musim hujan datang. Sebab kalau daerah atas hujan deras, meski sini tidak deras, sudah bisa dipastikan airnya luber,” katanya, Minggu (17/12) kemarin.

Ironisnya, luapan air sungai kerap melanda warga di malam hari. Luapan air tersebut menyebabkan kerugian materiil yang begitu banyak, utamanya barang elektronik rusak terendam banjir. “Ya kalau datangnya banjir secara tiba-tiba, warga tidak sempat menyelamatkan barang. Televisi rusak, perabotan rusak juga,” katanya.

Menurutnya, luapan air sungai BKT karena tingginya sedimentasi sungai tersebut. Bahkan lebar kawasan sungai BKT yang berpuluh-puluh meter tersebut, hanya berisi air selebar 7 sampai 8 meter. Itupun sangat dangkal.

“Sungai BKT ini sebenarnya lebar. Tapi yang dialiri air, tidak sampai 10 meter lebarnya. Sebab, sedimentasi disini sangat lebar dan tinggi. Kalau banjir ya sudah tak terhitung. Setahun bisa terjadi banjir berkali-kali. Kalau pas musim hujan, bisa sebulan sekali banjir,” ujarnya.

Selain tingginya sedimentasi, aliran air Sungai BKT juga tidak lancar mengalir ke muara. Terutama aliran air yang berada di bawah Jembatan Kaligawe tersumbat tumpukan sampah. Hal ini juga menjadi keluhan warga lantaran penanganan sampah terkadang terlambat.

“Sampah kalau sudah menumpuk, menyebabkan bumpet (tersumbat, red), air tidak mengalir lancar. Kadang penanganannya ya terlambat, kalau sudah banjir baru dikeruki (dibersihkan),” bebernya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Banyak Warga Belum Paham Gizi Seimbang

SEMARANG – Masih banyak warga yang belum memahami mengenai gizi seimbang. Karena itulah, Tim Penggerak PKK diminta lebih intensif menyosialisasikan gizi seimbang kepada masyarakat. ”PKK...

Gelindingkan Bola Raksasa di 34 Provinsi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Bola raksasa diarak dengan cara digelindingkan mulai dari Polda Jateng mengelilingi Simpang Lima melewati warga yang sedang melakukan aktivitas Car Free Day di...

Unnes Sidang Etika, MNS Terancam Di-DO

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pihak rektorat Universitas Negeri Semarang (Unnes) masih menunggu perkembangan pemeriksaan di Polrestabes Semarang. Namun jika sudah dilakukan pembuktian, Unnes akan menindak tegas mahasiswanya...

10 Korban Ditemukan Meninggal Dunia

MUNGKID—Operasi pencarian korban banjir bandang di Desa Sambungrejo dan Citrosono, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang oleh tim gabungan, kemarin, masih terus dilakukan. Hingga hari kedua,...

Ditata, PKL Dekat Secaba

MAGELANG—Pemkot Magelang akan menata pedagang kaki lima (PKL) di wilayah Magelang Tengah. Selama ini, keberadaan PKL di kecamatan tersebut masih semrawut.  Tidak hanya itu....

Daging Kerbau sebagai Pengganti Sapi

MAGELANG - Jelang Lebaran, Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivre Kedu melakukan upaya stabilisasi harga pangan di masyarakat. Utamanya harga daging sapi yang kerap...