BANTU WARGA-Rudi Jauhari (keempat dari kanan) memantau pelaksanaan pelayanan pengobatan massal gratis di balai Desa Pare. (IST)
BANTU WARGA-Rudi Jauhari (keempat dari kanan) memantau pelaksanaan pelayanan pengobatan massal gratis di balai Desa Pare. (IST)

SRAGEN-Masyarakat Desa Pare, Kecamatan Modokan yang jauh dari pusat kota Kabupaten Sragen selama ini kesulitan menjangkau tempat pengobatan. Tapi mereka sedikit terbantu dengan hadirnya pelayanan kesehatan massal gratis dari Djarum Foundation dan Yayasan Bakti Insan Negeri (YBIN) di balai desa setempat, Sabtu (16/12).

Sekitar 600 warga daerah pelosok di Kabupaten Sragen itu, mengikuti program Bakti Sosial Pelayanan Kesehatan Massal (Baksos PKM) dari Djarum Foundation. Tenaga medis dari Puskemas Mondokan dengan sabar melayani cek tensi dan asam urat, pemeriksaan kesehatan, maupun pemberian obat bagi warga yang sebagian besar petani.

Camat Mondokan Bambang Budi Santoso didampingi Kepala Desa Pare Heli Budiaswoko mengatakan, pihaknya beruntung dikunjungi aksi kemanusiaan tersebut. “Di Desa Pare baru ada bidan desa, dan tempat kesehatan di Puskemas Mondokan. Kami bersyukur ada baksos pengobatan massal yang dilakukan di lokasi wilayah desa kami,” jelasnya.

Perwakilan Djarum Foundation Jateng – DIY Arvi Oktaviendra di sela mendampingi Program Director Djarum Foundation Rudi Djauhari memantau kegiatan menjelaskan, pihaknya bangga melayani kebutuhan masyarakat mendapat pengobatan. Terlebih, di daerah pelosok seperti Desa Pare ini. “Selain bakti sosial, kami juga melaksanakan program bakti olahraga, lingkungan, pendidikan dan budaya. Adanya kedekatan bersama masyarakat setidaknya bisa membantu meringankan beban yang ada,” ungkapnya.

TimMedis YBIN, dr Mada Gautama menambahkan, kegiatan tersebut upaya membantu masyarakat kurang mampu, dan jauh dari pelayanan kesehatan atau puskesmas. “Adanya Baksos pengobatan akan meringankan beban masyarakat. Harapannya, bisa segera kembali beraktivitas, dan meningkatkan kesejahteraan,” imbuhnya. (fiq/bis/ton)